B. KEGIATAN HBCE PEMUDA

HARYADI BASKORO MELAYANI RETREAT REMAJA GBI ALETHEIA DI HOTEL&RESTO TIRTA KENCANA, YOGYA (28-29 JUNI 2012)

Haryadi Baskoro melayani KKR dan seminar pada reteat remaja GBI Aletheia di Hotel & Resto Tirta Kencana Yogya pada 28 dan 29 Juni 2012. Retret itu sendiri mengambil tema “BBM” (Be Blessed More), diikuti oleh 85 remaja gereja tersebut.

Pada 28 Juni 2012, jam 19.00-21.00 WIB, Haryadi memberikan KKR motivasional berjudul “The Beginning”. Dalam sharingnya, Haryadi menekankan bagaimana pada awalnya manusia diciptakan sebagai hebat, namun karena kejatuhan dalam dosa maka semua manusia menjadi rusak. Adapun manusia yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hidupnya dipulihkan, Bahkan ia bisa dibuat dahsyat untuk melakukan perkara-perkara besar bagi Tuhan.

Pada 29 Juni 2012, jam 17.00-19.00, Haryadi memberikan seminar berjudul “Lost & Be Found”. Seminar ini menjelaskan bagaimana manusia terhilang dan ditemukan oleh Tuhan. Haryadi juga mengupas tentang bagaimana manusia-manusia yang terhilang itu terjerat berbagai dosa-dosa kenajisan, penyembahan berhala, dan satanisme. Setelah ditemukan oleh Tuhan, Kristus membentuk orang-orang percaya menjadi penemu jiwa-jiwa yang terhilang.

HARYADI BASKORO MELAYANI RETREAT PEMUDA JKIRK BANDUNG DI HOTEL PAKEMSARI (27 JUNI 2012)

Haryadi Baskoro bersama Yosafat Arif dari Tim Duta Pemulihan dan Andi dari Tim Pelayanan Kreatif Messenjah melayani retret kaum muda gereja JKI Raja Kemuliaan Bandung yang mengadakan retret di hotel & resto Pakemsari, Sleman, Yogyakarta. Haryadi menyampaikan firman Tuhan bertema “Aku Bukan Kristen Jago Kandang”.

Dalam sharingnya, Haryadi menekankan supaya anak-anak muda Kristen memiliki kepedulian sosial dalam rangka menjadi terang di tengah dunia yang semakin gelap. Untuk itu, kaum muda Kristen harus memiliki visi dan komptensi serta militansi agar menjadi model positif di tengah dunia remaja yang kian kelam.

Sebelum sharing dari Haryadi, Andi dari tim Messenjah memberikan motivasi supaya anak-anak muda Kristen bangkit dan berkualitas. Tidak sekedar ikut-ikutan arus namun justru menjadi trendsetter yang bagus. Sebelum Haryadi dan Andi mengajak berdoa bersama, gembala JKIRK Bandung, bapak Dr. Tony Andrean juga memberikan motivasi tentang pentingnya misi.

SHARING TENTANG TANTANGAN KEKRISTENAN DI PEMUDA FILIPI (9 JUNI 2012)

Haryadi Baskoro kembali melayani kaum muda GKII Filipi yang mengadakan persekutuannya di wisma Immanuel. Sebelum Haryadi menyampaikan renungan, Bapak Bambang Prijambada dari Masyarakat Kristen Indonesia (MKI) memberikan motivasi kepada kaum muda.

Haryadi membahas tentang kondisi bangsa Indonesia yang diberkati karena adanya Pancasila. Haryadi memgingatkan bagaimana keadaan buruk terjadi bila negara ini tidak berdasar Pancasila namun berdasar ateisme atau dasar keagamaan tertentu. Diputarkan pula beberapa video dan film mengenai aniaya yang terjadi atas orang-orang Kristen di berbagai negara.

Haryadi mengingatkan bahwa radikalisme Kristen adalah ”radikalisme kasih”. Yesus sendiri bahkan mengajarkan supaya kita mengasihi musuh dan mendoakan mereka. Yesus tidak mengajarkan untuk membenci dan apalagi membunuh musuh. Namun orang kristen hanya bisa sampai pada tataran karakter seperti itu jika dipenuhi oleh Roh Kudus.

PELAYANAN FIRMAN DI PERSEKUTUAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA (UNY) (1 JUNI 2012)

Persekutuan Mahasiswa Kristen UNY mengundang Haryadi Baskoro untuk menyampaikan renungan pengajaran dengan tema Buah-Buah Roh Kudus. Penyampaian Firman ini menutup serangkaian pengajaran yang selama beberapa bulan ini diberikan dalam rangka pembinaan rohani para mahasiswa.

Haryadi menjelaskan bahwa Tuhan ingin supaya orang Kristen berkarakter unggul. Bahkan keunggulan karakter itu harus menjadi tujuan Kristen. Dalam hal ini, perubahan karakter tidak terjadi semata-mata karena proses belajar, namun terjadi oleh kekuatan supranatural dari Roh Kudus. Itulah sebabnya karakter unggul disebut sebagai ”buah-buah Roh” bukan sebagai hasil upaya pendisiplinan agamawi.

Persekutuan dihadiri sekitar 50 orang mahasiswa yang mengikuti dengan antusias. Acara itu diadakan di lantai atas gedung Student Center di kampus UNY. Sebelum firman dinaikkan pujian dan penyembahan serta dihangatkan demgan permainan-permainan.

SHARING SOAL KEKUDUSAN DAN OKULTISME DI PEMUDA FILIPI (26 MEI 2012)

Haryadi Baskoro membagikan kesaksian dan firman Tuhan mengenai pentingnya masalah kekudusan kepada persekutuan Pemuda GKII Filipi Yogyakarta. Haryadi menekankan bahwa setelah orang percaya dikuduskan secara posisional oleh Tuhan melalui anugerah keselamatan di dalam Kristus, harus mengejar kehidupan yang kudus dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam membahas masalah kekudusan itu, Haryadi menjelaskan keterkaitan antara masalah kenajisan dengan praktik okultisme. Banyak praktik okultisme dan satanisma yang berhubungan erat dengan kenajisan. Haryadi juga mengingatkan bahwa perilaku nahis dalam hidup seseorang dapat bersifat psikologis namun dapat pula bersifat satanis. Karena itu penting sekali untuk mendoakan orang-orang agar lepas dari ikatan roh-roh najis yang membelenggu kehidupan mereka.

Haryadi juga membahas contoh praktik-praktik okultisme dan satanisme modern yang terkait dengan praktik-praktik kenajisan. Kaum muda harus waspada dan menjaga diri dengan kekuatan Firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus.

SHARING SOAL PRO-KONTRA KONSER MUSIK LADY GAGA DI JKIRK (20 MEI 2012)

Haryadi Baskoro memberikan sharing pandangan Kristen mengenai masalah pro-kontra konser musik Lady Gaga yang menurut rencana akan diadakan di Jakarta pada awal Juni mendatang. Dalam sharing itu Haryadi memberi pandangan komprehensif mengenai musik agar orang Kristen peka tanpa menjadi mudah menghakimi.

Menurutnya, ada tujuh jenis musik/lagu yang berbeda-beda kualitas rohaninya: (1) musik/lagu rohani untuk pujian dan penyembahan, ini khusus rohani Kristen Alkitabiah yang dinyanyikan untuk kepentingan ’vertikal’, (2) musik/lagu sekuler (non Alkitab) yang materi dan pesannya berpadanan atau bersesuaian dengan nilai-nilai Alkitab, sesuai dengan ajaran Kristen, (3) musik/lagu sekuler yang bersifat kebudayaan universal yang positif sehingga bisa diterima (acceptable) dan tidak bertentangan dengan ajaran Alkitab, misalnya lagu-lagu kebangsaan, lagu-lagu daerah, lagu-lagu pop dengan tema kasih sayang, persahabatan, kemanusiaan, jiwa sosial, cinta murni, dan sebagainya, (4) musik/lagu sekuler yang cenderung bernuansa hawa nafsu kedagingan, misalnya lagu-lagu cinta yang kedagingan, (5) musik/lagu yang secara terang-terangan mengumbar hawa nafsu dan mengajar berdosa, (6) musik/lagu yang cenderung satanistik, (7) musik/lagu yang secara terang-terangan memuja setan dan menjadi lagu penyembahan/pemujaan pada setan.

SHARING DENGAN KAUM MUDA KRISTEN DI GUNUNG NONA, AMBON, MALUKU (1 APRIL 2012)

Selama melayani di Ambon, Maluku (31 Maret – 5 April 2012), Haryadi Baskoro dan tim tinggal di kawasan Gunung Nona. Di tempat tersebut terdapat banyak kaum muda – remaja, pemuda – gereja yang mendatangi Haryadi. Dalam rangka memberi pembinaan terhadap mereka, Haryadi Baskoro dan Livy Laurens memberikan sharing Firman dan kesaksian khusus untuk kaum muda.

Dalam kesempatan itu, Haryadi Baskoro mengajarkan beberapa prinsip tentang hidup di dalam iman dan doa, serta bagaimana kaum muda harus memiliki visi yang jelas mengenai masa depan. Sementara itu Livy Laurens memutarkan beberapa video klip kesaksian mengenai kehidupan dan pelayanannya.

Dalam kesempatan itu, Haryadi juga mendoakan para pelajar yang sedang menghadapi ujian nasional. Mereka merasa diberkati dan bertambah semangat dalam studi karena telah dibelaki dengan Firman Tuhan.

CERAMAH DI RETRET PEMUDA GEREJA BETHANY INDONESIA GODEAN (30 DES 2011)

Mengakhiri pelayanan HBCE di tahun 2011, Haryadi Baskoro memberikan ceramah di retret pemuda Gereja Bethany Indonesia (GBI) Godean Yogyakarta. Dalam retret yang diadakan di Wisma Sejahtera III Kaliurang ini, Haryadi memberikan ceramah tentang “Pemulihan Karakter”.

Ceramah 2 jam itu, dari jam 10.00 WIB sampai jam 12.00 WIB, menyajikan dua materi. Bagian pertama pada satu jam pertama, Haryadi membahas tentang faktor-faktor penyebab karakter buruk dan solusinya. Terdapat multi faktor penyebab buruknya karakter manusia yang meliputi faktor-faktor seperti faktor dosa asal, faktor lingkingan sosial, faktor budaya, faktor psikologis dan biologis, serta faktor demonis.

Pada bagian kedua, Haryadi membahas kehendak Tuhan mengenai pertumbuhan karakter Kristen. Salah satu yang dijelaskan dalam konsep ”Kristen Hamburger” yaitu kehidupan kristen yang mencakup ’struktur’ kualitas rohani menurut 1 Kor 12 – 13 – 14 yang dapat dianalogikan hamburger yang lezat. Dua roti di atas dan di bawahnya adalah karunia Roh (pasal 12 dan 14). Sedangkan isinya, di tengahnya, adalah daging berbumbu yang menggambarkan kasih (pasal 13). Meskipun orang berkarunia ‘ganda’ sekalipun, namun tanpa kasih, tidak lezat.

RETRET PEMUDA GKII FILIPI (29 OKTOBER 2011)

Haryadi Baskoro bersama Pdt. Rehabiyam Bilung Th.M membina retret KATA (Kebaktian Awal Tahun) pemuda Filipi Yogyakarta di wisma Kinasih Kaliurang pada 29-30 Oktober 2011. Haryadi menyampaikan dua sesi, pertama sesi tentang pengenalan Yogyakarta bagi para mahasiswa. Kedua, KKR dengan tema ”You are My Destiny”. Pada sesi pertama, Haryadi menjelaskan film dokumenter tentang kehidupan sosial budaya di Yogyakarta. Informasi mengenai itu dikaitkannya dengan kehidupan spiritual yang harus dikembangkan. Kemudian, pada sesi KKR, Haryadi mengajak jemaat pemuda untuk bertumbuh dalam visi illahi. Para mahasiswa Kristen dimotivasinya supaya memiliki tujuan hidup yang jelas dan berdampak secara rohani.

RETRET REMAJA-PEMUDA GKJ BRAYAT KINASIH (23 OKTOBER 2011)

Haryadi Baskoro memberikan ceramah pada pembinaan remaja pemuda GKJ Brayat Kinasih yang diadakan di Gedung Badan Diklat Gunung Sempu Yogyakarta. Sesi yang dibawakan Haryadi merupakan kapita selekta dari rangkaian ibadah keluarga yang diadakan dari pagi sampai sore di tempat tersebut.

Dalam sesi itu Haryadi menyampaikan uraian dengan tema ”Yesus Teladanku”. Dalam ceramah ini dijelaskan tentang teladan-teladan kepemimpinan dalam diri Tuhan Yesus yang harus diteladani oleh anak-anak muda.

Disamping Haryadi Baskoro, beberapa pembicara lain dalam acara sehari itu adalah: Pdt. Heru Johananta, MTh, Pdt. Fendy Susanto, S.Si, ibu Yemima SPi, bapak Tri Subardiman SH, M.Hum, dan ibu Ruth Kristianto.

PEMBUATAN FILM PACARAN-PERTUNANGAN-PERNIKAHAN KRISTEN (SEPTEMBER 2011)

Haryadi Baskoro bersama Hedy Christiyono Nugroho SH dan calon istrinya, Ester Ayuditya membuat film pengajaran tentang pacaran-pertunangan-pernikahan Kristen. Film itu berisi kesaksian Hedy dan Ester dalam menjalani masa pacaran-pertunangan-pernikahan. Dalam film itu, Haryadi memberi pelajaran dari perspektif kultural. Sedangkan Pdt Philipus Setyanto Th.M memberi pelajaran dari sudut pandang Alkitab.

Film bertajuk ”Kemilau Cinta Kasih Tuhan” dengan sub judul ”Dipersatukan untuk Melayani Dia” itu merupakan film pengajaran berdurasi pendek. Tujuannya bisa diputar dalam seminar-seminar yang diadakan oleh HBCE, HL Ministry, dan Hedy Ester Ministry. Pengajaran dalam film ini menekankan pentingnya penerapan Firman Tuhan dalam kehidupan berpacaran, bertunangan, dan menikah.

BAGI BUKU PADA KULIAH PERDANA AGAMA KRISTEN DI AKINDO (26 SEPTEMBER 2011)

Yogya (26 Sept 2011). Pada perkuliahan perdana agama Kristen di Akademi Komunikasi Indonesia (Akindo), Haryadi Baskoro membagikan buku yang ditulisnya bersama Livy Laurens MACE, MA., yaitu biografi Adi Santoso. Buku ini mengandung pula pelajaran-pelajaran rohani Kristen sehingga bisa menjadi pelengkap bahan ajar. Dalam pertemuan pertama itu, Haryadi juga memberi kesempatan kepada semua mahasiswanya untuk menuliskan topic-topik perkuliahan apa saja yang ingin mereka dapatkan. Disamping memberikan materi sesuai kurikulum yang sudah ada, Haryadi juga ingin membahas topic-topik yang menjadi pergumulan setiap mahasiswa. Haryadi telah mengajar di Akindo sejak 2000. Dalam mengajar, Haryadi bukan hanya memakai ruang kelas. Ia sering mengajak para mahasiswanya untuk belajar di lapangan, khususnya menemui tokoh-tokoh Kristiani dari berbagai bidang yang telah berhasil. Dengan demikian para mahasiswa dapat mempelajari keteladanan tokoh-tokoh tersebut.

KAUM MUDA GKII FILIPI BERDOA SYAFAAT BAGI PEMILUKADA JOGJA (24 SEPTEMBER 2011)

Yogya (24 Sept 2011). Haryadi Baskoro bersama Pdt.Rehabiyam Bilung Th.M memberikan pemahaman kepada kaum muda GKII Filipi tentang sikap Kristen yang Alkitabiah mengenai politik dan pemilkada dari Firman Tuhan dalam Roma 13:1-6. Setelah itu Haryadi mengajak mereka untuk bersyafaat bagi pelaksanaan pemilukada walikota Yogya (25 September 2011). Pokok-pokok doa syafaatnya adalah: (1) Mendoakan supaya Yogya tetap damai, bebas konflik pada masa kampanye, masa pencoblosan, dan masa perhitungan suara, (2) mendoakan supaya pemimpin yang menang pemilukada adalah dari Tuhan supaya Tuhan berotoritas, Tuhan menjamah rakyat Yogya supaya memilih pemimpin yang dari Tuhan, Tuhan gagalkan ambisi dan tipudaya manusia, (3) mendoakan supaya pemimpin yang menang tunduk pada (takut akan) Tuhan: siapa pun pemimpinnya = takut akan Tuhan Yesus dan Gereja-Nya, siapa pun pemimpinnya = bersih dari KKN, siapa pun pemimpinnya = hormati semua agama, tidak menjadikan Yogya sebagai kota berbasis agama tertentu, siapa pun pemimpinnya = berkomitmen total pada Pancasila dengan menghargai perbedaan SARA (Bhinneka Tunggal Ika), siapa pun pemimpinnya = kebijakannya dan produk-produk hukum yang dihasilkan bersama DPRD tetap berbasis Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika; (4) mendoakan supaya Gereja (para pemimpin dan umat) berhikmat sehingga tidak mudah tertipu, terhasut, dan terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan politik dan dituntun oleh Roh Kudus untuk mendukung dan memilih calon pemimpin yang dari Tuhan; (5) mendoakan supaya Gereja tetap bersatu dan missioner, tidak cari selamat sendiri (tidak oportunis, tidak pragmatis), dan tetap berfocus pada misi serta lantang menggemakan suara kenabian di tengah masyarakat

MELAYANI RETRET SMU NEGERI 3 YOGYA (5 SEPTEMBER 2011)

Kaliurang (5 Sept 2011). Haryadi Baskoro bersama Hedy Christiyono Nugroho melayani retret para siswa Kristen SMU Negeri 3 (Padmanaba) Yogya yang diadakan di wisma Kinasih Kaliurang Yogya. Sebagai alumni SMU tersebut, Haryadi merasa terpanggil untuk ikut memotivasi para siswa supaya bertumbuh secara rohani sejak dini, yaitu sejak masa remaja. Sedangkan Hedy menyampaikan pengajaran tentang hati yang melayani. Haryadi menjelaskan bagaimana Yusuf memulai panggilan kepemimpinannya sejak usia 17 tahun (Kej 37:1-2). Sejak usia remaja itulah ia mulai mendapatkan visi (mimpi) dari Tuhan yang intinya adalah panggilan kepemimpinannya di masa depan. Namun visi itu membutuhkan 13 tahun untuk tergenapi. Baru ketika Yusuf berumur 30 tahun, ia naik menjadi pemimpin di Mesir (Kej 41:46). Haryadi menandaskan bahwa remaja Kriten harus visioner sejak dini. Lalu berjuang keras menuju puncak. Semakin dini pengejaran itu maka semakin cepat pula datangnya sukses. Dalam pada itu Haryadi juga memberi kesaksian tentang bagaimana dirinya mengalami masa ”pemberontakan” dan akhirnya ”pertobatan” pada akhir masa SMUnya.

MENERIMA DAN MENDUKUNG TIM PMPPKN JAKARTA (17 AGUSTUS 2011)

Yogya (17 Agus 2011). Di kantornya, kantor hukum ”3H Advocate & Consultants” Haryadi Baskoro menerima tim PMPPKN (Persekutuan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Kristiani Nasional) dari Jakarta. Tim pelayanan di bawah pimpinan Pdt. Lidya Emu Trimahanani, SE., M.Si ini bermaksud membina hubungan kerjasama untuk pengembangan pelayanan di Yogya. Haryadi pun memberi dukungan sepenuhnya untuk pelayanan yang bersifat interdenominasi ini. Dalam pertemuan itu, Haryadi memberi beberapa gambaran tentang medan pelayanan kaum muda di Yogyakarta. Dari penggambaran itu, Haryadi memberi informasi-informasi yang berguna untuk pengembangan pelayanan PMPPKN di Yogya. Setelah pertemuan itu, Haryadi membawa tim yang terdiri dari 4 orang ini untuk menemui Pdt. Philipus yang adalah pengurus Badan Kerjasama Antar Gereja di Yogya. Pertemuan itu berlangsung di Hotel The Nest Yogya. Tim PMPPKN yang berkantor di Pusat Perniagaan Roxy Mas Blok E-1 No 14-15 Jakarta 10150 ini dibentuk sejak 1996. PMPPKN melayani kaum muda dalam bentuk pelayanan-pelayanan persekutuan, pemutaran film rohani, retret, Training Healing Ministry Course, leadership training, seminar seks dan aborsi, seminar narkoba, bright future programe, dan lain-lain. Kontak Eni (0821 228228 47).

MEMBAGI BUKU UNTUK MAHASISWA KRISTEN STIKES WIRA HUDASA (1 JULI 2011)

Yogyakarta(1 Juli 2011). Dalam rangka mengakhiri perkuliah agama Kristen pada semester genap 2010-2011, Haryadi Baskoro membagikan buku karyanya berjudul “Ketika Ketangguhan Seorang Pria di Ambang Keterbatasan” untuk semua mahasiswanya itu. Buku ini juga menjadi bahan ajar yang harus dipelajari para mahasiswa sebab beberapa soal ujian akhir diambil dari buku tersebut. Dalam mata kuliah itu, Haryadi memberikan pelajaran-pelajaran rohani yang bersifat komprehensif. Tujuannya adalah mempersiapkan para mahasiswa untuk memasuki dunia kerja. Karena itu sifat pelajaran tidak hanya teoritis namun praktis sehingga kelak para mahasiswa dapat berprestasi unggul di dunia kerja dengan dasar Firman Tuhan. Karena bidang studi yang ditekuni para mahasiswa adalah di bidang kesehatan masyarakat dan keperawatan, maka beberapa pelajaran yang diberikan membahas khusus tentang masalah kesehatan dan kesembuhan yang Alkitabiah. Beberapa film yang berbasis riset teologia juga diputar dan dibahas serta didiskusikan selama masa perkuliahan tersebut.

MEMBINA RETRET “SMART FOR CHRIST” GEREJA PENTAKOSTA GUNUNG HERMON (GPGH) WONOSOBO DI KALIURANG YOGYA (27-29 JUNI 2011)

Kaliurang (29 Juni 2011). Haryadi Baskoro dipercaya untuk membina retret pemuda Gereja Pentakosta Gunung Hermon (GPGH) Wonosobo yang diadakan di wisma “Omah Jawi” di KaliurangYogyakartapada tanggal 27-29 Juni 2011. Karena Haryadi diberi kesempatan untuk memberikan 4 sesi sekaligus maka HBCE Ministry memberikan sertifikat untuk semua peserta retret itu. HBCE Ministry juga memberikan dua buku karya Haryadi Baskoro untuk semua perserta (1) buku “Successful Christian Visionaries”, dan (2) buku “Ketika Ketangguhan Seorang Pria di Ambang Keterbatasan”. Adapun retret itu sendiri mengambil tema “Smart for Christ” seperti salah satu buku karya Haryadi. Pada sesi pertama (Senin, 27 Juni 2011, jam 19.00-21.00 WIB), dibahas masalah kecerdasan emosional dan kecerdasan adversity. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan menguasai, mengelola, dan mengembangkan perasaan yang positif, termasuk kedewasaan karakter. Sedangkan kecerdasan adversity mencakup kemampuan mental untuk bertahan dan tetap berjuang pada saat menghadapi ancaman dan tekanan hidup. Adapun sesi itu membahas bagaimana kecerdasan itu jika dipandang dari kacamata Alkitab. Pada sesi kedua (Selasa, 28 Juni 2011, jam dibahas tentang kecerdasan spiritual. Haryadi membahas bagaimana kecerdasan spiritual itu ditinjau dari kacamata Alkitab. Pada sesi ini, dibahas tentang pentingnya doa, hidup yang dipimpin Roh Kudus dan juga doa peperangan rohani. Haryadi memutarkan film “Perang Santet” dan kemudian memberi pembahasan-pembahasannya. Dalam sesi ini, para peserta retret aktif bertanya tentang banyak hal sehubungan dengan topik terkait. Pada sesi ketiga (Selasa, 28 Juni 2011, jam 19.00-23.00 WIB, dibahas tentang kecerdasan intelektual dan kreativitas. Haryadi memberikan penekanan tentang pentingnya kreativitas. Dibahas pula tentang Salomo dan hikmatnya serta bagaimana Salomo mendapatkan hikmat tersebut. Pada sesi keempat (Rabu, 29 Juni 2011), Haryadi Baskoro memberi kotbah motivasional dan mengajak untuk kontemplasi dan berdoa syafaat bersama. Setelah Firman disampaikan, Haryadi mengajak semua peserta retret untuk menuliskan dosa-dosa mereka dalam secarik kertas warna coklat. Mereka juga harus menuliskan visi masa depan mereka dalam secarik kertas warna putih. Lalu mereka membuat lingkaran dan mulai menyembah Tuhan. Roh Kudus pun menjamah mereka semua. Sementara itu di tengah lingkaran itu, Haryadi menaruh tiga benda: keranjang sampah, Alkitab berukuran besar, dan bendera merah putih. Lalu, setiap peserta menaruh kertas-kertas coklat mereka di keranjang sampah. Dan mereka menaruh pun kertas-kertas putih di dalam Alkitab yang terbuka itu. Akhirnya, berdoa syafaat bersama dengan mengarahkan tangan ke arah bendera tersebut. Gereja Pentakosta Gunung Hermon (GPGH) itu sendiri beralamat di Jl. Jolontoro 4 Wonosobo, digembalakan oleh PDt. J.S. Sihombing. Adapun ketua panitia retret itu adalah Yesaya Sihombing. Yesaya mengenal Haryadi Baskoro ketika Haryadi memberikan pelayanan di almamaternya, UKDW Yogyakarta.

MELAYANI KONSER DOA PEMUDA GKII SE-DIY (25 JUNI 2011)

Yogyakarta (25 Juni 2011). Haryadi Baskoro bersama Pdt. Rehabiyam Bilung, Pdt. Natali, dan Pdt. Jani melayani acara konser doa yang diadakan oleh kaum muda GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia) se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini diadakan di GKII di Badran, di jalan Tentara Rakyat Mataram Yogyakarta. Acara yang dimulai sejak jam 18.00 sampai 21.30 WIB ini diikuti lebih dari 100 kaum muda. Dalam acara itu, Haryadi dimina memberikan gambaran dan pemahaman tentang “pemetaan rohani“ Yogyakarta. Haryadi memulai dari pembahasan tentang sejarah Yogyakarta dan kemudian meninjau dimensi spiritual dari sejarah tersebut. Dari pembahasan itu Haryadi menunjukkan pokok-pokok permasalahan spiritual yang harus didoakan. Setelah Haryadi memberikan pembahasan itu, Pdt. Rehabiyam membawa jemaat untuk menaikkan pujian, penyembahan, dan doa-doa syafaat untuk bangsa, negara, dan Yogyakarta. Kemudian, Haryadi menaikkan pula doa-doa khusus untuk memerangi kuasa-kuasa kegelapan. Acara konser doa itu sendiri berdurasi cukup lama. Disamping doa-doa dan pemaparan tentang pemetaan rohani, ada pula penyampaian pesan-pesan profetis oleh Pdt. Naftali dan Pdt. Jani. Acara konser doa itu juga melibatkan pelayanan para pelayan pujian-penyembahan, para pemusik, dan penari serta pemain tamborin/banner.

MELAYANI KKR PEMUDA GKII FILIPI PADA PERINGATAN KENAIKAN YESUS KRISTUS DI  (2 JUNI 2011)

Yogyakarta (2 Juni 2011). Haryadi Baskoro memberikan ceramah pada Kebaktian Kebangunan Rohani Pemuda di GKII Filipi Yogyakarta pada peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus. KKR diadakan di gedung SMP Bopkri III Yogyakarta, dihadiri oleh sekitar 150 pemuda dari gereja setempat dan pemuda-pemuda Kristen lainnya. Tema yang diambil dalam KKR itu adalah ”Membuat Hidup Lebih Hidup”. Dalam KKR itu Haryadi Baskoro mengupas makna tema yang unik tersebut. Menurutnya, orang Kristen harus menjalani kehidupan yang berbeda dari cara hidup rata-rata manusia di bumi. Hal itu bukan hanya terkait dengan kualitas spiritual yang harus dikembangkan namun juga terkait dengan visi atau tujuan hidup yang harus berbeda. Jika manusia kebanyakan hanya hidup dengan menjalani siklus wajar seperti ”lahir-sekolah-kuliah-pacaran-bekerja-menikah-berkeluarga-beranakcucu-pensiun-mati” maka anak Tuhan harus mempunyai visi illahi untuk melayani Tuhan. Haryadi membahas teladan kehidupan nabi Daniel, diambil dari kitab Daniel 6:11. Ayat itu menunjukkan bahwa Daniel tidak sekedar menjalani hidup sebagai seorang profesional dan sebagai pejabat sekuler. Sejatinya ia adalah seorang hamba Tuhan yang mengemban visi-misi illahi dan menjalani kehidupan yang berbasis spiritualitas yang sangat kuat. Kehidupan rohaninya itu terukur dari kehidupan doa dan penyembahan pribadinya. Kelebihan Daniel adalah bukan hanya berdoa pada saat masalah datang menerpanya. Kehidupan doa dan penyembahan pribadinya adalah gaya hidup pribadinya setiap hari. Inilah kunci sukses kehidupan dan pelayanan Daniel. Kesuksesannya bukan semata-mata karena kecerdasannya tetapi karena dirinya sangat mengandalkan dan bergantung total pada Tuhan. Maka mujizat demi mujizat pun dialaminya. Pada sisi lain, Haryadi menekankan keseimbangan antara doa dan bekerja (ora et labora). Dalam kotbahnya, Haryadi memberikan ilustrasi unik dengan memutarkan film pendek berjudul ”Super Mom”, tentang seorang ibu cacat tanpa tangan yang terampil merawat anak, menyetir, dan bekerja dengan komputer dengan kedua kakinya. Di akhir KKR, Haryadi kembali memutarkan film inspirasional berjudul ”Amazing Woman”, tentang seorang wanita cacat tanpa tangan yang juga bisa melakukan pekerjaan apa saja dengan kedua kakinya. Film-film itu dipakainya untuk menjelaskan bahwa kita harus berjuang keras tanpa putus asa. Namun, Haryadi menandaskan, berjuang keras bukan berarti menganalkan kekuatan manusia. Perjuangan Kristen harus dengan mengandalkan Tuhan. Di akhir KKR, altar call yang dilakukannya direspon banyak pemuda. Mereka yang maju ke depan didoakan dan kemudian di-follow up oleh para konselor dan pendoa. KKR itu kemudian ditutup oleh Pdt. Rehabiyam Bilung, Th.M yang adalah gembala dari gereja setempat.

MEMBERIKAN CERAMAH PADA “KANAAN CAMP” DI STAK TERPADU-PESAT SALATIGA (20 MEI 2011)

Salatiga Jawa Tengah (20 Mei 2011). Haryadi Baskoro memberikan ceramah pada dua sesi dalam Kanaan Camp III dengan tema “Hidupku bagi Bangsaku”.Campkhususkaum muda itu diselenggarakan oleh STAK Terpadu – Pesat Salatiga dalam rangka membangkitkan generasi muda Kristen. Dua sesi yang dilayani oleh Haryadi Baskoro itu meliputi, pertama, lokakarya tentang “Generasi Muda Kristen yang Inovatif dan Kreatif”. Pada acara yang diadakan di aula Salomo ini, Haryadi memberikan pengajaran tentang prinsip-prinsip mengembangkan kreativitas, baik secara umum maupun secara rohani. Lokakarya ini diadakan pada jamn 10.00 sampai jam 11.40 WIB. Pada malam harinya, Haryadi memberikan ceramah pada sesi “Suluh MudaIndonesia” yang diadakan pada jam 19.00-21.00 WIB. Pada sesi ini, Haryadi memutarkan film tentang masa kecil Presiden AS Barack Obama saat bersekolah diJakarta. Film ini mengantarkan para peserta untuk belajar tentang bagaimana merumuskan visi hidup dan karir dan melakukan perencanaan strategis untuk mencapai visi itu. Karena peserta antusias maka sesi ini baru berakhir pada jam 22.30 WIB. Kegiatan Kanaan Camp dilakukan setahun sekali. Kegiatan kali ini dipimpin oleh Debinson Siahaan dengan bendahara Partini Suripah. Kegiatan ini dibina oleh Puket III STAK Terpadu, Petrus Joko Prasetyo, S.Th.

MEMBERIKAN CERAMAH PADA RETRET PASKAH PEMUDA GBI VICTORY DI PANTAI PARANGTRITIS (22 APRIL 2011)

Pararangtritis, Yogya (22 April 2011). Haryadi Baskoro memberikan ceramah pada retret pemuda GBI Victory Yogyakarta mengenai ”Kebangkitan Yesus dan Kajian Ilmu Pengetahuan Ilmiah”. Acara retret yang diikuti lebih dari 50 pemuda/mahasiswa Kristiani itu diadakan di wisma di kawasan Pantai Parangtritis Yogyakarta. Haryadi memeberikan pelayanan ini atas undangan bapak Pdt. Mervid yang menggembalakan gereja tersebut. Pada kesempatan itu, Haryadi memberikan gambaran mendasar mengenai perbedaan iman dengan rasio dengan membandingkan respon Thomas dan respin Abraham terhadap kebenaran spiritual. Kehidupan Kristen harus berjalan seimbang antara iman dan rasio sebab yang sering terjadi adalah penekanan pada salah satu ekstrem saja. Setelah memberikan ceramah, beberapa peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup kritis. Terhadap semua pertanyaan itu, Haryadi memberikan apresiasi. Namun ia juga menandaskan supaya semua sikap kritis itu diletakkan di dalam iman yang teguh terhadap kebenaran Firman Tuhan. Dalam hal ini, ia menekankan pula bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang diwahyukan oleh Roh Kudus dengan tanpa salah.

MENJADI SALAH SEORANG PENGAJAR PADA ”BELSASAR LEADERSHIP TRAINING” (BLT) DI GKII FILIPI YOGYA (26 MARET 2011)

Yogya (26 Maret 2011). Haryadi Baskoro bersama Pdt. Rehabiyam Bilung memulai pelayanan khusus berupa ”Belsasar Leadership Training” (BLT) untuk para pemuda pemimpin masa depan di jemaat GKII Filipi Yogyakarta. Haryadi mengampu pengajaran-pengajaran mengenai kepemimpinan (visi dan perencanaan), pelayanan transformasi untuk Indonesia, satanologi dalam kehidupan masyarakat. Training dilakukan setiap Sabtu Sore dan Minggu siang (setelah kebaktian selesai). Dalam memberikan pengajaran-pengajaran, Haryadi membawa para peserta untuk belajar secara dinamis. Karena itu ia lebih banyak memakai media pembelajaran berupa film untuk menolong proses belajar para peserta didik. Mengenai visi dan perencanaan visi, para peserta dilatih untuk merumuskan visi secara sistematis dan menyusun perencanaan strategis untuk mencapai visi-visi tersebut. Dari ”Belsasar Leadership Training” ini, Haryadi bersama Pdt. Rehabiyam berencana mengembangkan Jaringan Pemimpin Belsasar (Belsasar Leadership Network) yang merupakan wahana pembinaaan para pendeta di kota Yogyakarta. Penekanan dari BLN ini adalah mengembangkan para pemimpin yang memiliki kompetensi di bidang MISI (misionaris, integritas, spiritualitas, intelektualitas). BLN ini diharapkan menjadi jejaring kepemimpinan yang berkembang di seluruh Indonesia.

MELAYANI NATAL BERSAMA MAHASISWA-MAHASISWA PAPUA SE JAWA-BALI DI KALIURANG YOGYAKARTA (30 DESEMBER 2010)

Haryadi Baskoro melayani sebagai pembicara ibadah peringatan Natal yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jawawijaya (IKB-PMPJ) se Jawa-Bali di wisma Kaliurang, Kaliurang Yogyakarta. Peserta yang berjumlah sekitar 300 orang datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya. Ibadah Natal itu sendiri merupakan sebuah kegiatan dalam serangkaian kegiatan retret mereka selama tanggal 30 Desember 2010 sampai 1 Januari 2011 di tempat tersebut. Dalam ibadah itu, Haryadi membagikan tentang bagaimana melalui Natal kita diubahkan dan diberi kekuatan illahi dari Tuhan. Haryadi mengingatkan bahwa banyak orang Kristen menjalani kekristenannya sebagai sebuah agama atau tradisi semata. Padahal kekristenan adalah hubungan pribadi dengan Tuhan, sehingga mutlak harus mengalami pengalaman pribadi dengan Tuhan. Selanjutnya, kekristenan semestinya sarat dengan kehidupan dan pelayanan spiritual yang diberi kekuatan oleh Roh Kudus. Dalam hal ini Haryadi mengingatkan supaya orang Kristen tidak terjebak pada penggunaan okultisme (kuasa gelap) sebab orang percaya sudah diberi kuasa Roh Kudus. Dalam acara Natal itu, perwakilan masing-masing kota memberi sumbangan pujian lagu-lagu. Yang menarik, sebelum acara dimulai, sambil menunggu persiapan ini-itu, beberapa mahasiswa memberikan “mop”, yaitu ungkapan cerita-cerita lucu untuk menghibur dan menghangatkan suasana (ice breaker). Bagi Haryadi sendiri, pelayanan ini benar-benar sebuah jawaban doa. Telah lama Haryadi berdoa supaya Tuhan membukakan pelayanan ke Papua. Beban untuk Papua dirasakan begitu membara dalam dirinya. Meskipun belum benar-benar menginjakkan kaki di Papua untuk melayani, pelayanan Natal pelajar-mahasiswa Papua yang dilayaninya kali ini benar-benar sebuah awal jawaban doa.

MELAYANI RETRET SMU NEGERI 8 YOGYAKARTA DI KLATEN (17 DESEMBER 2010)

Haryadi Baskoro bersama Hedy Christiyono Nugroho melayani retret siswa SMU Negeri 8 Yogyakarta yang diadakan di wisma Panti Semedi di Klaten. Dalam acara itu, Hedy terlebih dahulu memberikan sharing firman Tuhan mengenai bagaimana hidup mengandalkan Tuhan. Hedy mengambil banyak bagian yang membahas bagaimana tangan Tuhan memberi pertolongan. Pada sesi yang dilayani Haryadi, dibahas tentang ayat dalam Yesaya 59:1-2, “Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Dari ayat ini Haryadi menekankan bahwa Tuhan adalah penjawab doa. Hal yang menyebabkan doa tidak terjawab, biasanya adalah karena dosa yang masih menghambat berkat. Bertolak dari ayat itu, Haryadi menekankan pentingnya kekudusan hidup. Ia mengingatkan bahwa banyak anak muda jatuh dalam dosa-dosa kenajisan. Data yang di Amerika maupun yang di Indonesia, sama parahnya. Keadaan yang di Yogyakarta juga sangat parah. Kekudusan memang diberikan sebagai status baru pada saat orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Itu yang disebut dikuduskan secara pososi (positional sanctification). Namun, Tuhan  menuntut pula supaya kita mengerjakan hidup suci itu secara terus menerus dalam hidup sehari-hari (progressive sanctification). Dalam pelayanan itu, Hedy membagikan buku karya Haryadi Baskoro dan Livy Laurens mengenai pertunangan kudus. Beberapa siswa yang menerima buku itu adalah mereka yang menyatakan komitmen untuk hidup suci bagi Tuhan.

MELAYANI RETRET KAUM MUDA GEREJA NAZERENE FILADELFIA YOGYAKARTA DI TAWANGMANGU (3 DESEMBER 2010)

Haryadi Baskoro melayani retret Komisi Pemuda Gereja Kristen Nazarena Filadelfia Yogyakarta yang diadakan di wisma Santa Maria, Tawangmangu. Dalam retret itu Haryadi memberikan ceramah tentang mengembangkan kreativitas untuk membangun spiritualitas pelayanan. Dalam ceramahnya, Haryadi menekankan pentingnya kreativitas. Pelayanan dan gereja-gereja yang berkembang sekarang ini adalah pelayanan-pelayanan dan gereja-gereja yang kreatif. Namun Haryadi juga mengingatkan pentingnya menjadikan Alkitab sebagai standar, sebagai pedolan yang menerangi kreativitas. Sebab, banyak kreativitas Kristen sekarang ini yang tidak Alkitabiah. Meskipun inovatif dan kreatif, namun tidak berdasar Alkitab. Malahan tujuannya hanya memuaskan aspek kedagingan manusia. Haryadi mengingatkan bahwa Tuhan adalah Sang Kreator Jadi semestinya, orang percaya adalah orang yang super-kreatif. Hanya karena kita kurang dekat dengan Tuhan, tak bergaul intik dengan Roh Kudus, maka kita tidak kreatif. Semestinya, Roh Kudus memberikan ide-ide untuk setiap pelayanan kita. Pembicara lain dalam retret itu antara lain adalah Pdt. Rehabiyam Bilung, M.Th (GKII Filipi) dan Pdt. Obed (School of Healing). Retret yang diikuti oleh 50-an peserta itu dipimpin oleh Nova Nainggolan (ketua) dan Dretniel Banga’Allo (sekretaris).

MEMBERI MOTIVASI ENTREPRENURSHIP DALAM KULIAH AGAMA KRISTEN DI AKADEMI KOMUNIKASI INDONESIA YOGYA (NOVEMBER 2010)

Haryadi Baskoro memberi motivasi kewirausahaan kepada para mahasiswa Kristen yang mengikuti mata kuliah Agama Kristen yang diberikannya. Salah satu metodenya adalah membimbing mahasiswa untuk melakukan kunjungan ke bisnis batik yang dikelola oleh seniman Irawan Hadi, S.Sn (Exotic Batik). Dalam kunjungan itu, Haryadi memberi pemahaman entrepreneurship Kristen. Sementara itu Irawan H sebagai seniman dan praktisi bisnis batik memberikan penjelasan proses-proses kreatif dalam berkarya seni dan dalam mengembangkan kewirausahaan di bidang seni. Irawan menekankan pentingnya inovasi karya seni, sebab untuk batik, saingannya sangat banyak baik dari dalam dan luar negeri. Melalui kuliah lapangan ini, para mahasiswa bias melihat langsung kegiatan pebisnis Kristen. Mereka bukan hanya belajar secara teoritis namun menimba langsung dari lapangan. Dalam kesempatan itu para mahasiswa juga diberi kesempatan untuk bertanya. Mereka juga melihat contoh-contoh batik karya kreatif Irawan H. Mereka mendapat pula pengajaran teknis membatik, meskipun secara umum saja.

MEMBERI MOTIVASI VISI DALAM PELAJARAN AGAMA KRISTEN DI STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA (26 OKTOBER 2010)

Dalam pelajaran agama Kristen yang diberikan kepada mahasiswa STIKES Wira Husada Yogyakarta pada 26 Oktober 2010, Haryadi Baskoro sebagai dosen pengampu mengundang beberapa pemuda GKII FIlipi Yogyakarta untuk memberikan kesaksian dan motivasi. Beberapa aktivis kaum muda tersebut di antaranya adalah Susan, Jimi, dan Deni Kebai. Pada perkuliahan kali itu, Haryadi membahas masalah visi orang Kristen. Ditekankan bahwa orang percaya harus memiliki tujuan hidup yang jelas. Visi Kristen lebih dari sekedar cita-cita duniawi yang bersifat egosentrik. Dunia kerja di masa depan harus dipandang sebagai sebuah pelayanan bagi Kristus. Karena sebagian besar mahasiswa berasal dari luar daerah maka Haryadi mengundang kaum muda GKII Filipi yang juga berasal dari luar Jawa namun telah sukses menjalani studi di Yogyakarta. Mereka memberikan sharing mengenai bagaimana berjuang dalam berkuliah di Yogyakarta. Mereka membagikan suka duka pengalaman mereka selama di Yogyakarta. Kesaksian-kesaksia itu memberi motivasi yang kuat, apalagi setelah diberikan kupasan pengajaran yang sesuai.

MELAYANI FIRMAN PADA IBADAH PUJIAN-PENYEMBAHAN DI GKJ MAGUWO YOGYAKARTA (23 OKTOBER 2010)

Haryadi Baskoro memberikan sharing Firman Tuhan pada acara pujian-penyembahan yang diadakan oleh gerakan kaum muda di GKJ Maguwo Yogyakarta pada Sabtu, 23 Oktober 2010. Ibadah alternative ini, sekalipun dilayani oleh kaum muda, dihadiri oleh semua jemaat baik dewasa maupun muda. Sebagai sebuah gereja Protestan, GKJ Maguwo memberikan layanan ibadah secara “tradisional”. Namun berkat kepeloporan kaum muda setempat, secara periodik mulai diadakan ibadah alternatif yang dikemas dalam bentuk pujian dan penyembahan. Pada ibadah kali ini, banyak kaum muda gereja itu yang terlibat sebagai choir untuk memperkuat suasana pujian-penyembahan. Dalam pelayanan kali itu, Haryadi menyampaikan renungan dengan judul ”Kristen Bermental Olahragawan” yang merupakan kupasan dari surat 1 Korintus 9:24-26). Haryadi memberikan lima poin bahasan: (1) bagaimana memiliki paradigma perjuangan rohani – ayat 24a, (2) bagaimana memiliki dan mengembangkan motivasi untuk bertanding – ayat 24b, (3) bagaimana melatih diri menjadi petanding yang baik – ayat 25a, (4) bagaimana memiliki target atau sasaran dalam bertanding – ayat 25b, (5) bagaimana memiliki fokus dan strategi – ayat 26.

MELAYANI RETREAT GKII JEMAAT FILIPI DI KALIURANG YOGYAKARTA (22-23 OKTOBER 2010)

Haryadi Baskoro bersama Pdt. Rehabiyam Bilung, Th.M (gembala GKII FIlipi) bersama-sama melayani pengajaran dalam retret khusus kaum muda gereja GKII Filipi Yogyakarta. Retret yang mengambil tema “Maju Terus Menuju Sasaran” itu diadakan di wisma Wijaya 2 di Kaliurang, hanya beberpa hari sebelum terjadi bencana besar letusan Merapi yang menelan banyak korban jiwa. Pada retret tersebut, Haryadi menekankan supaya anak-anak muda mempunyai visi hidup dan pelayanan yang jelas. Masa muda, khususnya pada dewasa muda pada rentang usia 20 sampai 40 tahun merupakan masa pengaturan diri (settle down period). Karena itu, Haryadi menekankan supaya anak-anak muda Kristen menata hidupnya dengan serius berdasar petunjuk dari Firman Tuhan. Meskipun bukan anggota jemaat di GKII, Haryadi merasakan panggilan khusus untuk turut mendukung pelayanan GKII Filipi. Hal itu sudah dilakukannya sejak beberapa tahun silam karena gereja ini memiliki visi dan kiprah yang sesuai dengan visi dan pelayanan Haryadi untuk kota Yogyakarta. GKII Filipi mempunyai beban untuk melayani kaum muda di kota pendidikan Yogyakarta.

SARASEHAN SUMPAH PEMUDA DI STAK TERPADU PESAT SALATIGA (20 OKTOBER 2010)

Haryadi Baskoro menjadi “host” dalam acara talk show bersama Ev. Daniel Alexander (tokoh pendidikan Kristen, melayani di Papua) dan Prof. Dr. Kris Timotius (mantan rector Universitas Satya Wacana) dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda di STAK Pesat Salatiga, 20 Oktober 2010. Dalam acara itu, Haryadi memandu kedua nara sumber untuk membagikan pengalaman-pengalaman bagi para peserta yang terdiri dari para utusan pemuda gereja di Jawa Tengah dan seluruh civitas akademika kampus tersebut. Dalam acara itu dibahas tentang bagaimana kaum muda Kristen dapat berkemenangan. Untuk itu Haryadi memandu sehingga para nara sumber dapat membagikan prinsip-prinsip rohani kepada audiens. Salah satu hal yang menarik adalah ketika Haryadi memberi kesempatan kepada nara sumber untuk membagikan kesaksian hidup mereka terkait bergumulan soal jodoh. Daniel Alexander memotivasi kaum muda untuk memiliki visi yang kuat. Daniel sendiri menikah saat usianya tidak lagi muda. Namun, ia dan istrinya mempersembahkan diri untuk melayani Tuhan. Pernikahan mereka dilakukan tepat pada tanggal 17 Agustus – hari Kemerdekaan RI. Tiga ribuan tamu yang hadir, semuanya, diwajibkan mengenakan pakaian daerah asli Indonesia. Maka, jadilah pernikahan Daniel dan istrinya saat itu sebuah momen yang menginspirasi setiap pasangan Kristen untuk cinta Indonesia.

OSPEK UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA (14 AGUSTUS 2010)

Haryadi Baskoro menyampaikan ceramah pada OSPEK Unversitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta pada 14 Agustus 2010 yang diikuti 500-an mahasiswa baru, bertempat di auditorium kampus tersebut. Haryadi menyampakan sesi khusus tentang Kebangsaan dan Kebhinnekaan Indonesia pada pukul 10.00-12.00 WIB. Sebelum materi disampaikannya, terlebih dahulu diadakan pemutaran film pendek berjudul “Cheng-Cheng Po”. Film gubahan Gloria Ministry ini bertutur tentang kebersamaan di dalam keberbagaian Indonesia. Film ini menjadi pengantar dari materi yang disampaikan kemudian. Orasi Haryadi Baskoro berjudul “Spirit Kemajemukan dan Kebangsaan”. Pertama, kemajemukan merupakan sesuatu yang given bagi bangsa Indonesia. Kedua, secara teoritis dan praksis di lapangan, kemajemukan mempunyai kerentanan tersendiri. Ketiga, kita harus jeli dalam hal mencermati akar berbagai konflik karena kemajemukan tersebut. Keempat, membahas tentang plus-minus “teologia pluralisme” yang kini banyak disodorkan sebagai solusi untuk mengatasi berbagai masalah konflik akibat pluralitas. Kelima, solusi yang tepat dalam membangun Indonesia yang telah terluka akibat berbagai konflik adalah pembangkitan spirit kebangsaan dalam semangat kemajemukan. Ospek UKDW yang diadakan secara maraton sampai Senn, 16 Agustus 2010 ini juga menampilkan para pembicara lain dalam berbagai bidang. Masalah-masalah seperti narkoba dan penyuluhan tentang AIDS juga disajikan menarik selama masa orientasi mahasiswa baru tersebut.

SEMINAR AKHIR JAMAN DI PMK UPN YOGYAKARTA (5 & 19 MARET 2010)

Haryadi Baskoro mendapat kesempatan sebanyak dua kali untuk mengadakan seminar tentang akhir jaman di Persekutuan Mahasiswa Kristen UPN Yogyakarta (5 dan 19 Maret 2010). Pada kesempatan yang kedua (19 Maret 2010), Haryadi melayani bersama Hedy Christiyono Nugroho SH (Tim H2CLS), membahas masalah akhir jaman dan perkembangan hukum di dunia. Sehubungan dengan menghangatnya pembicaraan tentang akhir jaman, termasuk isu kiamat 2012, PMK UPN Yogyakarta mengadakan serangkaian seminar mengenai hal topik itu. Pada pertemuan yang pertama, Haryadi membahas tentang masa anugerah. Periode ini merupakan periode Gereja sekarang ini, yaitu sejak Pentakosta sampai “Pengangkatan” (Rapture). Dalam konteks Kedatangan Kristus Kedua Kali (KKKK) sebagai Mempelai Pria, masa anugerah ini merupakan “masa pertunangan” antara Gereja dengan Kristus. Ciri masa ini adalah Kristus memberikan mas kawin (penebusan oleh Darah Kristus di kayu salib) dan memberikan pemberian-pemberian (anugerah berupa karunia-karunia Roh Kudus). Pelayanan seminar akhir jaman ini juga merupakan acara pre-launching buku akhir jaman berjudul “Renungan-Renungan Terakhir” karya Haryadi Baskoro, terbitan Andi Yogyakarta (www.bukuakhirjaman.wordpress.com). Pengajaran yang disampaikan merupakan sebagian kecil dari bahan-bahan pelajaran yang ada di dalam buku tersebut. Pada pertemuan kedua, Haryadi dan Hedy (www.h2cls.wordpress.com) mengulas perkembangan mutakhir masa kini yang sudah mengindikasikan gejala munculnya pemerintahan tunggal dunia yang kelak akan dipimpin oleh diktator Antikris 666. Sistem ekonomi, politik dan hukum – dengan ditopang sistem iptek canggih – sudah sangat memungkinkan hal tersebut.

PEMBINAAN SDM PEMUDA “EN CHRISTO” GEKINDO (23 & 30 APRIL 2010)

Pada 23 dan 30 April 2010, Haryadi Baskoro diberi kesempatan istimewa untuk memberikan seminar SDM khusus bagi kaum muda Gekindo Yogyakarta. Pada setiap kali pertemuan itu disampaikan dua sesi yang membahas masalah-masalah terkini yang relevan bagi pergumulan pemuda-pemudi Kristen. Pada pertemuan pertama (23 April 2010), Haryadi mengajak Hedy Christiyono Nugroho SH (Tim H2CLS) untuk memberikan seminar. Pada sesi pertama, Haryadi menyampaikan pembahasan tentang kekristenan dan kreativitas (www.kristenkreatif.wordpress.com). Sesi berikutnya, Hedy memberikan pembahasan perihal hukum yang perlu dipahami oleh anak-anak muda Kristen dalam meniti studi, karir atau pekerjaan di masa depan, dan pelayanan (www.h2cls.wordpress.com). Pada pertemuan kedua (30 April 2010), Haryadi memberikan dua sesi sekaligus. Sesi pertama tentang kekristenan dan tantangan okultisme masa kini. Dalam sesi ini diputarkan juga film “Perang Santet” dan peserta diajak untuk mendiskusikannya. Pada sesi kedua diberikan pembahasan mengenai kekristenan dan tantangan perilaku seks bebas masa kini. Pertemuan kedua ini memotivasi pemuda untuk hidup dalam kekudusan dan untuk hidup dalam iman dan doa yang teguh. Dunia semakin gelap, najis, dan jahat. Orang Kristen harus mengandalkan kuasa Roh Kudus dan pro aktif melawan roh-roh jahat yang bekerja semakin licik penuh tipu muslihat.

MEMBERIKAN RANGKAIAN PENGAJARAN UNTUK MAHASISWA KRISTEN DI ASRAMA MALINAU KALIMANTAN TIMUR ( JANUARI-APRIL 2010)

Haryadi Baskoro memberikan serangkaian pelajaran rohani untuk para mahasiswa Kristen di asrama Malinau Kalimantan Timur (Januari-April 2010). Dalam pertemuan setiap hari Rabu sore itu, Haryadi memberikan beberapa mata pelajaran seperti visi hidup, iman dan doa, satanologi dan kekristenan, politik dan kekristenan, serta hukum dan kekristenan. Banyak mahasiswa Kristen asal Malinau Kalimantan Timur yang menuntut ilmu di Yogyakarta. Mereka tinggal bersama di Asrama Malinau di daerah Seturan Yogyakarta. Atas rekomendasi dari Pdt. Rehabiyam Bilung, Th.M, mereka meminta Haryadi Baskoro untuk memberi pembinaan rutin seminggu sekali. Tujuannya adalah memberikan bekal pemahaman Alkitab untuk pertumbuhan rohani mereka. Dalam rangkaian pembinaan itu, Haryadi memberikan bahan-bahan yang aktual dan relevan dengan tantangan masa kini. Namun yang mendasarinya adalah pelajaran mengenai visi, sebuah konsep hidup Kristen yang harus mempunyai tujuan illahi. Kebanyakan orang – termasuk orang Kristen – tidak mempunyai visi illahi. Paling hanya ambisi yang bersifat egosentris yang berkisar pada siklus hidup manusiawi. Paling banter, idealisme humanistik yang tidak ada kena mengenanya dengan kehidupan kekal. Dalam rangka mengembangkan SDM, diberikan juga wawasan mengenai masalah politik dan hukum. Tujuannya supaya mahasiswa Kristen memiliki sikap kritis dan bisa berkarya kontributif kelak setelah menempuh karir di dunia kerja. Untuk pembinaan hukum, Haryadi mengajar bersama Hedy Christiyono Nugroho SH dalam tim H2CLS (www.h2cls.wordpress.com).

PERSEKUTUAN KELUARGA MAHASISWA KRISTIANI PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA (29 JANUARI 2010)

Pada 29 Januari 2010, Haryadi Baskoro melayani sharing Firman di persekutuan Keluarga Mahasiswa Kristiani Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang diadakan di gereja GKJ Sarimulyo Yogyakarta. Persekutuan yang berlangsung jam 19.00-21.00 WIB itu diikuti oleh para mahasiswa pascasarjana kampus tersebut. Dalam pertemuan itu Haryadi mengingatkan supaya orang Kristen bertumbuh seimbang antara iman dan (ilmu) pengetahuan. Haryadi mulai dari kesaksian pengalamannya bersama adik rohaninya, Sutakin. Meskipun Haryadi berlatarbelakang pendidikan tinggi, saat mendoakan orang sakit justru ”kalah manjur” dibanding Sutakin yang sederhana. Meskipun tidak berlatar belakang pendidikan tinggi, pelayanan Sutakin disertai banyak mujizat. Hal itu, disamping karena spesialisasi karunia yang diberikan Roh Kudus, juga karena kepolosan imannya. Di sisi lain, Haryadi menandaskan bahwa orang Kristen harus mempunyai SDM yang unggul. Tujuannya, seharusnya, supaya bisa menjadi agen pembaharu masyarakat. Supaya oranng Kristen tidak menjadi ”jago kandang” namun bisa berkarya nyata di tengah persaingan global yang kian sengit sekarang ini. Harus muncul para cendekiawan Kristen yang tampil menjadi pemimpin-pemimpin lokal dan nasional.

PERSEKUTUAN MAHASISWA KRISTEN TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA (9 OKTOBER 2009)

Pada 9 Oktober 2009, Haryadi Baskoro membagikan Firman di acara Engineering Student Fellowship (ESTUF) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang diadakan di Wisma Immanuel Yogyakarta. Acara yang diadakan mulai jam 15.00 WIB itu mengangkat tema ”Garuda di Dadaku”. Pada kesempatan itu Haryadi memberikan penjelasan tentang: (1) nasionalisme menurut pandangan Alkitab, (2) peran mahasiswa Kristen di dalam mewujudkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, (3) memiliki rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia, (4) melancarkan doa dan karya untuk pembangunan bangsa Indonesia. Dalam penjelasannya, Haryadi memperingatkan pentingnya sikap kritis tentang masalah nasionalisme. Harus diingat bahwa nasionalisme itu sendiri, misalnya dalam pandangan Anthony D. Smith (2002) adalah semacam agama. Praksisnya memang demikian, memuja tanah air, memuja bendera dan simbol-simbol pusaka, menjadikan para pahlawan seperti para santo, menjadikan taman makam pahlawan sebagai sanctuary dan seterusnya. Jadi, jangan sampai cinta tanah air melebihi cinta kita pada Tuhan. Adapun nasionalisme orang Kristen harus ditempatkan dalam rangka (1) mengasihi dan melayani jiwa-jiwa yang ada di negeri ini, (2) menjalankan mandat pembangunan kultural untuk membangun Indonesia menjadi unggul. Dalam pelayanan ini Haryadi memakai ilustrasi-ilustrasi dari dunia teknik. Misalnya terkait dengan pembangunan. Untuk mengangkat Indonesia dari keterpurukan, harus ada perancang-perancang Kristen sekaliber Yusuf, tokoh dalam Perjanjian Lama. Ia mempunyai kemampuan teknis yang hebat, namun juga kreativitas yang futuristik. Namun ia bisa begitu karena diurapi Roh Kudus. Alamat PMK Teknik UGM: Jl. Pandega Siwi 12C Yogyakarta 55281, telp (0274) 541608. Website: www.pmkt.or.id

RETREAT REMAJA-PEMUDA GKJ AMBARUKMO YOGYAKARTA (26 SEPTEMBER 2009)

Pada Sabtu 26 September 2009, Haryadi Baskoro bersama rekan-rekan pelayanan ”Kawan Sekerja Kristus” (KSK) Yogyakarta melayani retret remaja-pemuda GKJ Ambarukmo yang diadakan di PPSJ Menoreh Green Land Kulon Progo Yogyakarta. Dalam persekutuan itu tema yang diangkat adalah ”Hidupmu Berharga bagi-Ku”. Dalam retret itu Haryadi melayani bersama rekan-rekan lain: Hedy Christiyono Nugroho SH, Eddy Ferdinand S.Th, Irawan S.Sn, Heni Christyowati SH, dan lain-lain. Masing-masing memberi kesaksian, Firman dan juga membawa dalam pujian penyembahan. Tim ini mendorong remaja-pemuda peserta retret itu untuk bangkit dalam pembaruan rohani dan menyala-nyala melayani Tuhan, seperti gerakan yang mereka usung ”Renewal Generation”. Dalam sharring-nya, Haryadi menekankan supaya generasi muda Kristen mengalami pembaruan rohani terlebih dahulu. Bahwa kekristenan harus diubah dari kebiasaan dan tradisi agamawi menjadi kekristenan yang mengalami Tuhan secara pribadi. Ketika kekristenan dijalani tanpa pembaruan rohani maka akan terasa hampa, hambar, dan tidak berdampak. Namun, seperti pada gereja pertama (Kis 2), ketika orang-orang percaya dipenuhi Roh Kudus, mereka akan bangkit bagi Kristus. Mengenai pelayanan Tim ”Kawan Sekerja Kristus” dapat dilihat di www.bapasatukankami9701.wordpress.com

DUA KALI MELAWAT JEMAAT DAN KAUM MUDA GBI WOODWARD PALU (2009)

Pada pertengahan 2009, Haryadi Baskoro diundang untuk melayani di GBI Woodward Palu, Sulawesi. Dalam lawatan-lawatan itu Haryadi diberi kesempatan untuk memberikan sharring Firman Tuhan dalam ibadah Minggu serta dalam beberapa pertemuan lainnya, khususnya persekutuan kaum muda. Pada setiap Minggu, kebaktian ke-4 (pukul 19.00 WI Tengah), ibadah didisain funky karena kebanyakan yang datang adalah kaum muda. Dari jenis lagu pujian-penyembahan sampai kostum para pelayan, semua bernuansa dinamis. Dalam dua kali kunjungan ke Palu, Haryadi melayani semua kebaktian Minggu. Karena di setiap Minggu ada 4 kali ibadah maka dalam dua kali lawatan itu Haryadi telah melayani 8 kali ibadah Minggu. Dalam dua kali kunjungan ke Palu itu, Haryadi menekankan supaya kaum muda Kristen hidup suci. Dengan menyingkapkan data-data mutakhir mengenai kebobrokan moral dunia, Haryadi mengingatkan supaya kekristenan berani tampil beda. Anak-anak muda Kristen bisa menjadi teladan dalam moralitas. Ditekankan pula supaya anak-anak muda Kristen aktif berkarya di tengah masyarakat. Tidak eksklusif dan menarik diri dari kehidupan sosial. Lebih dari itu, dengan SDM dan kreativitas tinggi, kaum muda Kristen seharusnya bisa memberi kontribusi dalam pembangunan, memberi solusi bagi masalah-masalah dalam masyarakat. Dengan demikian kaum muda Kristen bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang produktif.

IKUT MEMBINA KAUM MUDA GKII FILIPI YOGYAKARTA (SEJAK 2008)

Sejak akhir 2008, Haryadi Baskoro seringkali diminta membagikan pengajaran Firman Tuhan dalam persekutuan kaum muda GKII Filipi Yogyakarta. Juga cukup sering diminta melayani dalam Ibadah Minggu. Karena gembala setempat, Pdt. Rehabiyam Bilung, Th.M sering melayani ke luar pulau, terutama Kalimantan, maka Haryadi sering diminta menggantikan pelayanan beliau untuk ibadah Minggu. Dimulai dari sebagai ‘pemain cadangan’ ini akhirnya Haryadi mendapat banyak kesempatan pelayanan di sini. GKII Filipi adalah salah satu gereja lokal yang bertumbuh dan misioner di Yogyakarta. Gereja ini berdiri sejak 24 Desember 2001. Visinya adalah: ”5050 Yogyakarta bagi Kristus”. Misinya adalah ”membangun komunitas hamba yang memuliakan Allah dengan menyembah, memperlengkapi, dan memberitakan Injil”. Filsafat hidupnya adalah ”kami ada, hidup, dan mati hanya untuk memberitakan kabar sukacita”. Performa hidup: ”menjadi sahabat untuk hidup kekal”. Komitmen hidup: ”Merajut keintiman sejati dengan Allah Tritunggal dengan menjadikan hari-hari sebagai hari doa dan Alkitab” (Fil 3:10; Mat 6:33; Ul 6:4-9). Nats visi: ”Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu AKU buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu” (Yer 29:7) Meskipun bukan anggota jemaat GKII, Haryadi merasakan panggilan khusus untuk turut mendukung gereja-gereja GKII. Salah satu yang meneguhkan hal itu adalah sering diundangnya Haryadi untuk melayani di gereja-gereja GKII, termasuk yang di Kalimantan Barat dan yang dalam rangka penahbisan pengurus pemuda daerah GKII se DIY dan Jawa Tengah (www.hlministry.wordpress.com)

MENGAJAR AGAMA KRISTEN DI STIKES WIRA HUSADA SEJAK 2001

Atas kemurahan Tuhan, Haryadi Baskoro mengajar sebagai dosen Agama Kristen di STIKES Wira Husada Yogyakarta sejak 2001. Sama seperti di AKINDO, ia mendisain pelajaran agama secara kontemporer dengan membahas masalah-masalah relevan dan aktual seputar dunia kesehatan. Dengan demikian para mahasiswa dimotivasi dan dibekali untuk kelak menjadi agen-agen pembaharu di dunia kerja mereka tersebut. Pada 9 Januari 2010 diadakan perayaan Natal segenap civitas akademika Kristiani (Kristen dan Katolik) STIKES Wira Husada. Karena kampus sedang dibangun, acara diadakan di gedung AKY yang berada di samping gedung STIKES Wira Husada. Pada Natalan itu Haryadi menyampaikan renungan sedangkan liturgi dipimpin oleh Frater dari Katolik. Untuk menguraikan tema Natal “Membangun Persaudaraan dalam Semangat Natal”, Haryadi membahas pengajaran Yesus tentang cinta kasih seperti (1) mengasihi musuh, (2) mengampuni dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita, (3) membalas jahat dengan kebaikan, dan (4) menjadi pemimpin berhati hamba yang melayani. Bagi mahasiswa yang ikut kuliah Agama Kristen, renungan itu sekaligus merupakan materi pelajaran. Mahasiswa yang hadir pun diabsen.

MENGAJAR AGAMA KRISTEN DI AKINDO YOGYAKARTA SEJAK 2000

Pelajaran agama Kristen di Akademi Komunikasi Indonesia (AKINDO) Yogyakarta yang diampu oleh dosen Haryadi Baskoro sejak 2000 didisain sedemikian rupa sehingga tidak hanya menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Pelajaran agama seringkali dirasa membosankan dan membuat ngantuk karena bersifat teoritis, menggurui, dan bahkan menghakimi. Pelajaran agama harus dibuat membumi dan praktis, aplikatif, dengan tentunya tetap menjaga kualitas doktrinal. Di bawah bimbingan Mas Dosen Haryadi – demikian panggilan Haryadi di kelas – para mahasiswa yang mengikuti kuliah Agama Kristen Tahun Ajaran 2009/2010 mengadakan kunjungan belajar ke kantor dan show room “New Exotic Batik” di bilangan Demangan Yogyakarta. Di sini mereka bertemu dengan disainernya, pelukis Irawan H dan owner-nya, Barliani Irawan. Dari pasangan entrepreneur ini diperoleh banyak kiat praktik untuk memulai dan menjalankan wirausaha di bidang seni, khususnya batik. Dalam kesempatan ini, para mahasiswa juga belajar tentang bagaimana Irawan dan Barliani berdoa dan bekerja untuk menggapai sukses bisnisnya. Anak-anak Tuhan harus mengandalkan Tuhan dan meminta hikmat dalam menjalani karir di dunia wirausaha. Prinsip memberi (menabur) kepada orang lain juga merupakan kunci pencurahan berkat dalam bisnis kita. Untuk mempelajari topik seni dan budaya serta kewirausahaan, diadakan kunjungan belajar ke museum motor dan mobil antic Merpati Motor Yogyakarta. Dalam studi tour ini para mahasiswa mengamati dan menikmati koleksi-koleksi kendaraan bermotor kuna dan juga berbagai macam koleksi lainnya seperti patung-patung antik, jam-jam unik, kacamata-kacamata kreatif, batu-batu aneh dan sebagainya. Pemilik museum ini, David Sunar Handoko merasa senang dengan kehadiran para mahasiswa. Ia sendiri juga berkesempatan untuk berbagi pengalaman dan kesaksian sehubungan dengan aktivitas seninya itu. Menurutnya, hobi koleksi benda-benda antik bermanfaat sebagai hiburan yang sekaligus bernilai bisnis Kekristenan adalah sistem kepercayaan yang menghargai seni sebab Tuhan sendiri menciptakan keindahan. Ibadah Kristen pun menggunakan seni seperti musik dan lagu untuk menyembah, syair dan puisi untuk menaikkan doa, serta tulisan sastrawi untuk mengkomunikasikan Firman Tuhan.

MENJADI SALAH SATU PELOPOR DAN FASILITATOR GERAKAN DOA DAN KESATUAN KAUM MUDA INTERDENOMINASI “BAPA SATUKAN KAMI” – BSK (1996-2001)

BSK adalah singkatan dari ”Bapa Satukan Kami” Sejarah gerakan BSK dimulai dari kerinduan beberapa alumni siswa Kristen SMP Negeri 5 Yogyakarta (Hananto, Irawan, Haryadi Baskoro, Joko, Rony, dll) untuk mengadakan retreat alumni SMP tersebut (akhir 1996). Dari situ maka tema BSK yang mengusung visi kesatuan Tubuh Kristus dijadikan motto untuk melakukan gerakan-gerakan selanjutnya. Pada 3 Mei 1997, diadakanlah sebuah acara bertema BSK yang bersifat menjangkau seluruh kota Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan yang bekerjasama dengan Jaringan Doa Nasional (JDN) itu dinamakan ”Konser Doa Bapa Satukan Kami”. Saat itu Roh Kudus memberi dorongan sangat kuat supaya mengadakan doa sangat khusus untuk Indonesia. Ternyata, tepat setahun kemudian (Mei 1998) terjadi peristiwa besar di negeri ini (pergantian rezim, kekacauan, dan reformasi). Tuhan sudah lebih dulu menggerakkan anak-anak Tuhan di Yogya untuk berdoa dalam kesatuan! Revival doa yang terjadi pada Konser Doa BSK 3 Mei 1997 itu mendorong para fasilitator gerakan BSK membawa api kebangunan doa itu ke berbagai gereja. Atas kasih karunia Tuhan, sejak 1998 sampai 2001, KKR dan konser doa BSK sudah diadakan di 148 gereja lokal di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Lampung dan Jambi (Sumetara). Rincian dari total gereja yang dilayani itu adalah

  • 31 gereja di DIY dan Jateng (1998)
  • 32 gereja di DIY, Jateng, Jatim (1999)
  • 48 gereja di DIY, Jateng, Jatim dan Jakarta (2000)
  • 47 gereja di DIY, Jateng, Jatim, Jakarta, Lampung (2001).

Tahun 2000 dan 2001 merupakan puncak gerakan BSK. Sepanjang 2001, kebaktian-kebaktan (ibadah raya) oikumene BSK diadakan di 47 gereja di berbagai denominasi di Jawa dan Sumatera. Demominasi-denominasi itu adalah sebagai berikut:

  • Gereja Pekabaran Injil (GPI) = 4 gereja
  • Gereja Kristen Jawa (GKJ) = 21 gereja
  • Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) = 4 gereja
  • Gereja Bethel Indonesia (GBI) = 4 gereja
  • Gereja Baptis = 2 gereja
  • JKI = 2 gereja
  • Gereja Kibaid = 1 gereja
  • Gereja Isa Almasih (GIA) = 1 gereja
  • Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) = 4 gereja
  • Gereja Gideon = 1 gereja
  • Gereja Bethel Tabernakel (GBT) = 3 gereja
  • Gereja Bala Keselamatan = 1 gereja

Lihat informasi sejarah gerakan BSK di www.bapasatukankami9701.wordpress.com

PELAYANAN KAUM MUDA SEJAK 1996

Sejak duduk di bangku kuliah S-1, Haryadi sudah melayani kaum muda. Pertama kali hanya bersifat mendukung pertumbuhan rohani kawan-kawan sebaya. Salah seorang adik rohani yang pertama-tama bernama Sutakin. Setelah banyak mengalami pertumbuhan, Sutakin sering diajak Haryadi untuk melayani kunjungan keliling ke jemaat-jemaat muda. Dari situlah pelayanan Haryadi di kalangan kaum muda berkembang. Lama kelamaan sering diundang berbicara di berbagai persekutuan doa remaja, pelajar, dan mahasiswa. Juga melayani retret dan KKR-KKR kaum muda. Dalam perkembangannya, Haryadi bertemu dengan banyak kaum muda yang mempunyai panggilan pelayanan yang sama seperti Heru, Sila, Eddy, dan lain-lain dalam lingkup Persekutuan FirKeSos Immanuel Yogyakarta. Selang beberapa waktu kemudian, Haryadi juga bertemu dengan kawan-kawan lain yang rata-rata berlatarbelakang GKJ (Gereja Kristen Jawa) seperti Hedy, Irawan, Vita, Shinta, Joko Purawadi dan lain-lain. Kemudian sempat bersama kawan-kawan membangun persekutuan ”Kawan Sekerja Kristus” yang menjadi fasilitator gerakan BSK.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: