E. PENGAJARAN HBCE PEMUDA

MATERI UNTUK PEMUDA KRISTEN

Kompetensi 1: Kekudusan dan integritas

  • Bahaya Kenajisan
  • Bahaya Satanisme dan Kenajisan
  • Strategi Hidup Kudus
  • Berpacaran secara Kudus dan Visioner

Kompetensi 2: Kecerdasan dan sikap kritis

  • Pemuda Korban Pembodohan Pemimpin
  • Pemuda Korban Pembodohan Politik Pelayanan
  • Pemuda Korban Pembodohan Kapitalisme Pelayanan
  • Sikap Kritis yang Dewasa
  • Kecerdasan Emosional Kristen
  • Kecerdasan Spiritual Kristen

Kompetensi 3: Spiritualitas yang idealistik

  • Bahaya Spiritualitas tanpa Kekudusan
  • Bahaya Spiritualitas yang Pragmatis
  • Bahaya Pop Kultur dalam Spiritualitas
  • Satanisme dan Spiritualitas Kaum Muda

Kompetensi 4: Pembaharu gereja dan masyarakat

  • Pemuda Pembaharu Gereja
  • Pemuda Pembaharu Bangsa
  • Dunia Kampus: Gerakan Pemuda Kristen
  • Dunia Kerja: Misionaris di Markerplace
  • Pemuda dan Perpecahan Gereja

Kompetensi 5: Kepemimpinan masa depan yang kreatif

  • Kristen Kreatif
  • Kepemimpinan Orang Muda
  • Menemukan Talenta dan Karunia Tersembunyi

THE BEGINNING: 5 A

Oleh: Bro Haryadi Baskoro

Seberapa sering kamu mikirin hal-hal buruk tentang dirimu sendiri? Mungkin kamu merasa bahwa kamu hanyalah orang yang selalu gagal, kalah, dan tak punya masa depan. Sejatinya, Tuhan punya rencana indah dan hebat buat kamu. Sejak awal, Tuhan menciptakan kamu berharga. Kini, Dia mau jadikan kamu dahsyat!

(A)walnya: Indah

Sebelum baca Alkitab, kita musti yakin dulu kalo Alkitab itu Firman Tuhan. Enggak ada yang salah sama sekali. Kalau kamu belajar teologia, itu namanya ”inerrancy” atau ketaksalahan Alkitab. Nah, Alkitab menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakan manusia pada mulanya. Itu bukan dongeng!

Pada mulanya, manusia ciptaan Tuhan itu indah, mulia, agung. Alkitab menegaskan bahwa manusia itu diciptakan segambar dengan rupa Allah (Kej 1:26-27). Luar biasa, bukan? Kamu bukan keturunan kera seperti kata Om Darwin! Orang suka mengata-ngatai orang lain dengan menyebutnya seperti hewan tertentu, bukan? Kita dibilang sebagai ”anjing”, ”kadal”, ”buaya”, ”babi”. Itu merendahkan martabat manusia sekaligus menghina Sang Pencipta!

(A)karnya: Dosa

Tapi, mengapa ya, manusia sekarang terkadang justru bisa lebih jahat ketimbang hewan? Suka nonton tayangan ”flora & fauna”? Kamu lihat ada cheetah memangsa rusa. Ngeri bukan? Tapi, manusia bisa lebih jahat, lho! Ada Hitler membunuh ratusan ribu, bahkan jutaan orang. Ada penjahat memutilasi tubuh orang tak bersalah.

Mengapa manusia jadi buruk perangainya? Akarnya adalah dosa Adam dan Hawa. Karena kejatuhan dosa mereka di Taman Eden maka semua manusia di dunia dilahirkan dengan berdosa  (Rm 5:12). Kamu dilahirkan dengan hakikat sebagai manusia berdosa, bahkan sekalipun papa dan mama kamu orang Kristen yang baik!

(A)kibatnya: Rusak

Karena kejatuhan pada awal penciptaan manusia itu, semua manusia rusak kehidupannya: (1) rusak moralnya, namanya total depravity, (2) rentan terhadap warisan kutuk nenek moyang, (3) sangat mudah diserang dan dikuasai oleh roh-roh jahat. Maka tak heran jika manusia-manusia di dunia ini hidup semakin najis dan semakin menjadi penyembah-penyembah setan.

Tahukah kamu kalau hidupmu itu seperti rumah? Jika rumah itu kosong, meskipun bersih dan rapi, roh-roh jahat akan memasukinya. Ngeri, bukan? Bahkan jika roh itu diusir keluar, ia justru akan mengajak kawan-kawannya untuk menguasai rumah itu. Yesus sendiri lho yang mengajarkan hal itu (Mat 12:43-45)! Makanya enggak heran kalo sampai ada orang, misalnya orang gila di Geraza, dikuasai oleh banyak roh jahat.  (Mrk 5:9).

(A)njurannya: Tobat

Tapi, jangan putus asa, bro! Kamu bisa pulih jadi mahluk ciptaan yang mulia kaya’ manusia pertama yang dulu lagi. Hidupmu yang hancur, karaktermu yang jelek, perangaimu yang berantakan, dan bahkan tubuhmu yang sakit-sakitan bisa dipulihkan.

Caranya, simpel saja! Terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu. Begitu kamu percaya pada-Nya dan undang Dia masuk di hatimu, kamu langsung dilahirkan baru, menjadi ciptaan baru (Yoh 3:3-7). Kamu bukan lagi sebuah rumah yang kosong. Roh Tuhan Yesuslah yang tinggal di dalam kamu sehingga kamu disebut sebagai Rumah Tuhan, Bait Roh Kudus (1 Kor 6:19). Bahkan, jika kamu merindukannya, Roh Kudus berkenan memenuhi dirimu (Ef 5:18).

Namun, Yesus tak pernah memaksa. Yesus hanya menganjurkan, tapi pilihan bebasnya terserah padamu. Yesus itu Gentlement, lho! Dia mengetuk pintu hati, sampai kamu bukakan (Why 3:20). Kalau kamu biarkan, ya Dia tetap sabar menunggu di luar….

(A)khirnya: Dahsyat

Sekarang pake logika sederhana aja, dech! Apa yang terjadi jika Tuhan ada di dalam diri kamu? Bayangkan! Tuhan itu Pencipta langit dan bumi, lho! Dalam Perjanjian Lama disebut sebagai Jehovah Tsebaoth, Tuhan semesta alam. Ingat Daud, kan? Dia hanyalah remaja ingusan yang masih bau kencur. Tapi, dia menang telak saat menghadapi Goliat sang raksasa itu. Kata Daud saat menantang Goliat, ”Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu!” (1 Sam 17:45). Karena Roh Tuhan hinggap di atas Daud maka Daud menjadi dahsyat!

Nah, jika kamu didiami dan dipenuhi Roh Kudus, kamu menjadi ”manusia super”. Karakter burukmu diubahkan sebab Roh Kudus memunculkan ”buah-buah Roh” dalam dirimu (Gal 5:22-23). Kamu juga bisa diberi karunia-karunia supranatural (1 Kor 12 dan 14). Kamu bukan hanya dilepaskan dari belenggu setan-setan, tetapi juga berkuasa mengusir setan-setan. Dan lebih dari itu, kamu bisa dipakai Tuhan menjadi saksi Kristus di seluruh dunia ini (Kis 1:8).

Kamu bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus (meskipun bukan berarti kamu menyamai Yesus). Ini bukan omong kosong, bro! Ingat nich janji Yesus: ”Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu” (Yoh 14:12). Mau bukti? Ambillah contoh penginjil Reinhard Bonnke. Kalau Yesus pernah berkotbah di depan 5.000 orang, saat Bonnke berkotbah di daerah Ibadan, Nugeria, sebanyak 2.650.190 orang bertobat. Waktu berkotbah di Lagos, Nigeria, tercatat ada 3.461.171 jiwa baru diselamatkan! Dahsyat!

(disampaikan pada Retreat Remaja GBI Aletheia Yogyakarta, 28 Juni 2012)

LOST ‘N BE FOUND: 4 B

Oleh: Bro Haryadi Baskoro

Banyak orang Kristen memiliki status ”terhilang”. KTP-nya sich Kristen, tapi imannya tak jelas, hidupnya jauh dari Tuhan, duniawi banget. Orang-orang Kristen seperti itu tak jelas masa depannya di akhirat. Orang Kristen harus benar-benar mengalami ”ditemukan” oleh Yesus dan ”menemukan” Yesus. Orang Kristen seperti inilah yang akan dipakai untuk ”menemukan” jiwa-jiwa yang terhilang.

(B)erdosa: terhilang dari Tuhan

Dari sisi jumlah, pemeluk agama Kristen banyak. Tetapi, berapa banyak yang benar-benar menjadi anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh? Yang rajin ke gereja, banyak. Namun, berapa banyak yang benar-benar sudah lahir baru? Apalagi yang benar-benar dipenuhi Roh Kudus? Itulah sebabnya sering muncul istilah ”Kristen KTP”, ”Kristen agamawi”, ”Kristen tanpa pertobatan”, atau ”Kristen nominal”. Sejatinya, mereka tergolong sebagai jiwa-jiwa yang masih terhilang!

Di banyak negara maju, ada orang-orang Kristan dan bahkan para hamba Tuhan yang sangat duniawi. Rupanya bukan hanya ada domba yang hilang, tetapi ada pula gembala yang hilang…he..he..he. Ya, di Amerika ada banyak gereja homoseks dan lesbian. Tak sedikit pendeta gay. Pasangan-pasangan sejenis pun diberkati di gereja. Barangkali kenyataan inilah yang ’memaksa’ Paman Obama mendukung pernikahan sejenis di negeri Paman Sam itu. Barangkali perilaku Gereja inilah yang mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meresmikan hari mendukung homoseks setiap tanggal 17 Mei (International Day Against Homophobia).

Sekarang, ada pula aliran ”pluralisme”. Sepintas seolah bagus, karena menghargai perbedaan agama dan keyakinan. Tapi, itu bisa sesat, lho! Sebab menurut pluralisme, semua agama itu sama. Padahal, Alkitab jelas-tegas mengatakan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Anehnya, banyak mahasiswa dan dosen sekolah tinggi teologi yang sebenarnya juga ”terhilang”. Mengapa? Karena meski mereka getol belajar Alkitab, tapi mereka tidak mengimani kebenarannya. Malahan, menyangkal Firman Tuhan. Eh, itu beneran ada, lho! Menurut riset Noel Wesley Hollyfield, mahasiswa S-2 (M.Th) di AS hanya 63% yang percaya Allah, hanya 63% yang percaya keilahian Yesus, hanya 37% yang percaya mujizat-mujizat dalam Alkitab, hanya 32% yang percaya kalo Yesus lahir dari perawan Maria, dan hanya 22% yang percaya bahwa Yesus benar-benar pernah berjalan di atas air. Wah, ngeri banget bok!

(B)ertobat: ditemukan Tuhan

Tetapi, Tuhan itu gembala yang baik. Domba-domba yang terhilang dicari-Nya sampe ketemu. Anak-anak Tuhan yang terhilang tak dicuekin begitu saja. Mungkin, bisa saja, pendeta kita atau kakak rohani kita tak peduli saat kita sedang terhilang. Namun Tuhan peduli. Yesus menjelaskan tentang gembala yang baik begini: ”Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu” (Mat 18:12).

Nah, yang penting adalah sikap kita. Ada jenis domba yang bengal. Sudah tahu kalau tersesat, tidak mau mencari jalan yang benar. Sudah tahu kalau dicari oleh gembalanya, malah bersikap menjauh dari sang gembala yang baik itu. Lebutkanlah hatimu. Ijinkan Dia, Sang Gembala itu menangkapmu kembali untuk menyelamatkanmu.

Dalam Perjanjian Lama, manusia itu diibaratkan sebagai tanah liat. Tanah itu ditemukan oleh sang penjunan dan lalu dibentuknya menjadi bejana. Mungkin tanah itu berada di tempat terpencil yang jauh. Tapi, demi bisa dibuat menjadi bejana yang indah, sang tukang periuk pun menemukan tanah itu walau dengan bersusah payah.

Mengapa tanah liat? Karena tidak ada tanah yang memberontak, bukan? Kalau domba, walaupun jenis hewan yang lemah, masih bisa meronta dan melarikan diri saat mau ditangkap oleh gembala. Adapun tanah hanya bisa menyerah pasrah. Begitulah kamu semestinya menurut total pada panggilan Tuhan, oke?

(B)ertumbuh: menemukan Tuhan

Jika keselamatan merupakan ”anugerah” maka pertumbuhan rohani menuntut ”usaha” dari orang percaya. Karena itu, setelah kamu ”ditemukan” oleh Tuhan, kamu harus mulai berusaha untuk ”menemukan” Tuhan. Artinya, berusahalah untuk meraih janji-janji Tuhan melalui upaya-upaya rohani yang gigih. Usaha-usaha itu dapat berupa ketekuann  dalam doa, puasa, baca Firman Tuhan, saat teduh, rajin menyembah Tuhan dan seterusnya.

Dalam usaha-usaha spiritual seperti itu, percayalah bahwa kamu akan menemukan banyak perkara rohani dari Tuhan. Itulah rahasia kekuatan Daniel. Dari mana keberaniannya muncul? Kekuatan apa yang membuat singa-singa lapar tidak berani menyentuh Daniel? Daniel menemukan kuasa Tuhan karena ia sangat tekun mencari Tuhan. Kitab Suci mencatat demikian: ” Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya” (Dan 6:11b). Ayat itu menunjukkan bagaimana Daniel tekun mencari Tuhan sampai menemukan hadirat-Nya, kuasa-Nya, urapan-Nya, dan mujizat-mujizar-Nya.

Hamba-hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa adalah orang-orang Kristen yang berjuang untuk menemukan Tuhan. David Yonggi Cho tekun berdoa 3 sampai 4 jam sehari, sampai Tuhan memakainya menjadi pendeta sebuah gereja terbesar di dunia. Charles Finey memgembara sendirian di hutan-hutan untuk berdoa sampai akhirnya Tuhan memakainya menjadi revivalist besar. George Whitefield berpuasa selama berbulan-bulan sampai Tuhan mengurapinya menjadi pengkotbah besar. Selama hidup ia berkotbah sebanyak 18.000 kali.

(B)ersaksi: menemukan jiwa-jiwa yang terhilang; ber-misi

Akhirnya, kamu akan dipakai Tuhan untuk menemukan jiwa-jiwa sesat. Setelah para murid berjuang dalam doa (Kis 1:14) sampai ”menemukan” pencurahan Roh Kudus (Kis 2), mereka pun menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi seperti janji Yesus dalam Kis 1:8. Jadi, kronologisnya adalah ”terhilang” > ”ditemukan Tuhan” > ”menemukan Tuhan” > ”menemukan jiwa-jiwa”.

Artinya, setelah kita menemukan Tuhan, tidak kita pakai untuk kepentingan diri kita sendiri. Terkadang kita egois: berkat untuk diri sendiri, sembuh untuk diri sendiri, diurapi untuk diri sendiri. Kalo seperti itu, namanya egosentris. Padahal, kita diberkati untuk memberkati. Karena itu, fokus orang Kristen harus pada misi. Maksudnya, melayani dan memberitakan Injil. Kita ”ditemukan” untuk ”menemukan” (ditemukan oleh Tuhan untuk bisa menemukan Tuhan dan menemukan jiwa-jiwa yang terhilang). Dengan begitu, kamu dipakai menjadi alat Tuhan!

(disampaikan pada Retreat Remaja GBI Aletheia Yogyakarta, 29 Juni 2012)

No          : 02/AST/GBI.AL/VI/12

Hal          : Permohonan

Lamp.    : __________

Yogyakarta, 12 Juni 2010

Kepada Yth,

Bpk. Haryadi Baskoro

di tempat.

Salam Sejahtera dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus,

Melalui surat ini, kami Gereja Bethel Indonesia (GBI) Aletheia Yogyakarta  mengundang  Bapak sebagai pembicara dalam acara Retret Remaja Aletheia Solagratia (AST) GBI Aletheia yang diselenggarakan pada :

Waktu              : Kamis, 28 & 29 Juni 2012

Pukul               : 18.00 WIB (waktu terlampir)

Tempat            : Hotel & Resto Tirta Kencana, Janti – Yogyakarta

Tema               : Terlampir

Demikian surat permohonan ini kami buat. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati.

Hormat Kami,

Pdp. Donny Muntu

Youth Pastor

cc : Pdt. Larry N. Kurniadi, S.Th, M.A – Wakil Gembala Sidang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: