SEMINAR AKHIR JAMAN

Buku 77 Renungan Alkitabiah tentang Akhir Zaman, Penulis Haryadi Baskoro, Penerbit ANDISEMINAR AKHIR JAMAN

Haryadi Baskoro bersama rekan-rekan teolog lain terpanggil untuk memberikan seminar-seminar tentang akhir jaman yang Alkitabiah. Bahan ajar diambil dari buku karya Haryadi Baskoro berjudul “77 Renungan Alkitabiah tentang Akhir Jaman” yang diterbitkan Penerbit Andi. Untuk seminar, kontak di haryadibaskoro@yahoo.com

Cuplikan pokok-pokok bahasan tentang Akhir Jaman, diambil dari buku karya Haryadi Baskoro berjudul “77 Renungan Alkitabiah tentang Akhir Jaman”:

KIAMAT SUDAH DEKAT?

Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. (Ibr10:37)

Lawrence E. Joseph dengan bukunya “Kiamat 2012” ternyata bukan hanya menunjuk masalah badai matahari dan masuknya tata surya ke dalam awan energi antar bintang sebagai penyebab kiamat yang kian mendekat. Banyak faktor lain. Menurutnya, jika gunung Yellowstone di AS meletus lagi, ia akan memuntahkan 1.000 kilometer kubik abu ke atmosfer. Itu sudah cukup untuk mengubur seluruh benua Amerika dengan jelaga dan abu paling tidak sedalam satu meter. Abu itu akan menutup atmosfer dan menghalangi cahaya matahari ke bumi sehingga udara tak dapat dihirup dan suhu bumi turun drastis. Padahal, menurut survei, kaldera Yellowstone sudah naik tiga perempat meter sejak 1922, penuh dengan magma, dan siap meletus. Yang gila lagi, jaringan teroris Al Qaeda dikabarkan siap memicu letusan itu dengan memasukkan alat termonuklir ke dalam kaldera supervulkan tersebut.

Artinya, peluang untuk kiamat memang sudah di ambang pintu. Kalau versi klenik, memang sudah amat dekat. Bahkan menurut kalender bangsa Maya kuno, kiamat akan terjadi pada tanggal 21 bulan 12 tahun 2012. Joseph mengklaim bahwa prediksi itu sejajar dengan ramalan berbagai kepercayaan Timur.

Benarkah tidak akan lama lagi? Salah seorang selebritis yang diwawancari sebuah televisi swasta di tanah air mengaku belum siap. Ia berharap dunia jangan kiamat dulu sebab ia belum menikah dan belum mereguk kenikmatan dunia ini. Sementara itu berbagai situs di internet semakin ramai saja membicarakan prediksi kiamat 2012 itu. Di Indonesia, beberapa paranormal seperti Mama Lauren juga meneguhkan kemungkinan benarnya ramalan tersebut.

Tentang akhir jaman, tentunya anak-anak Tuhan sudah pernah mendengarnya. Menjelang milenium baru kemarin, harapan tentang kedatangan Kristus yang kedua juga bermunculan di sana-sini. Benarkah Yesus akan segera datang? Mungkinkah waktunya tidak lama lagi?

Arthur W. Pink dalam bukunya The Redeemer’s Return menegaskan bahwa meskipun Alkitab tidak menjelaskan waktu yang pasti, kedatangan-Nya yang kedua dapat terjadi setiap saat dan waktunya sudah dekat. Para rasul memang menandaskan bahwa waktunya sudah dekat. Penulis Ibrani mengatakan, ”Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat  melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibr 10:24-25). Lagi, ia mengakatakan, ”Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya” (Ibr10:37). Rasul Yakobus mengatakan, ”Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu” (Ibr 10:8-9). Rasul Petrus menegaskan, ”Kesudahan segala sesuatu  sudah dekat” (1 Ptr 4:7a). Rasul Yohanes juga menambahkan, ”Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar  adalah waktu yang terakhir” (1 Yoh 2:18).

Jelas sekali bahwa Alkitab menggarisbawahi kedatangan Kristus kedua kali (KKKK) yang sudah sangat dekat. Pengharapan tentang KKKK adalah pengharapan yang Alkitabiah. Tetapi, meskipun sejak jaman para rasul dikatakan sudah sekat, mengapa Yesus tidak segera datang? Tentu bukan karena Alkitab salah menulis. Janji Tuhan tentang kedatangan-Nya yang sudah dekat itu benar adanya. Petrus menjelaskan hal belum datangnya Kristus itu sebagai bentuk kesabaran Tuhan atas umat manusia. Katanya, ”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Ptr 3:9).

Bagi orang percaya, keyakinan akan akhir jaman yang sudah dekat semestinya tumbuh dari pembacaan Alkitab. Bukan karena percaya akan ramalan paranormal. Juga bukan sekedar karena melihat fakta-fakta empiris. Keyakinan akan KKKK yang sudah dekat juga mendorong untuk meresponinya dengan iman. Yaitu mempersiapkan diri dengan baik. Waktu yang masih ada, yang tersisa karena Yesus belum juga datang, kiranya mendorong kita untuk hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Cepat-cepat berbalik dan bertobat sebelum semuanya terlambat.

JANGEN SENSASIONAL!

“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja. Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.” (Mrk 13:32-33)

Sebenarnya, prediksi tentang akhir jaman dan kedatangan Kristus kedua kali (KKKK) yang mengerucut pada penetapan hari, tanggal, bulan, dan tahun tertentu sudah terjadi sejak dulu. Sebagaimana dicatat John Naisbitt, seorang kepala biara dari Fleuri yang hidup dari tahun 945 sampai 1004 Masehi pernah mengatakan, “Ketika saya masih muda, saya mendengar kotbah mengenai akhir dunia disampaikan di hadapan orang-orang di dalam katedral Paris. Menurut kotbah ini, segera sesudah jumlah seribu tahun tercapai, Antikristus akan datang dan penghakiman terakhir akan menyusul dalam waktu singkat.”

Pada tahun 200 Masehi, Hippolytus mengajarkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 500 Masehi. Ia sendiri adalah seorang cendekiwan Roma yang menjadi Kristen. Ternyata, pada tahun 500 itu, kekaisaran Roma Barat runtuh. Roma memang kiamat, tetapi dunia belum berakhir juga.

Menurut catatan Naisbitt, disamping tahun 500 dan 1000 Masehi, beberapa tahun berikut ini pernah diprediksikan sebagai tahun kiamat: 1260, 1420, 1533, 1843, 1844, 1845, 1847, 1851, dan 1914. Pendeta Hal Lindsay pada tahun 1980 mengarang buku Countdown to Armageddon. Katanya, “Kelahiran kembali bangsa Israel menjadi tanda bahwa hitungan-mundurnya telah dimulai.” Dalam buku itu ia mengatakan bahwa pengangkatan (rapture) dan masa aniaya besar (tribulasi) akan terjadi pada tahun 1980.
Pada awal 1988, Edgar Whisenant menulis buku laris berjudul 88 Reasons Why the Rapture Will Be in 1988. Menurutnya, pengangkatan akan terjadi pada tanggal 11-13 September 1988. Tanggal-tanggal itu bertepatan dengan masa Rosh Hashanah, tahun baru Yahudi yang juga dikenal sebagai Yom Teru’ah atau Hari Peniupan Serunai. Ketika hari-hari itu berlalu tanpa sesuatu pun yang terjadi, Whisenant menulis ulang bukunya dengan judul baru 89 Reasons Why the Rapture Will Be in 1989.

Pada 1994, Harold Camping meramalkan bahwa KKKK akan terjadi pada tanggal 7 September 1994. Ia menetapkan tanggal itu berdasar perhitungan angka-angka (numerologi), pendirian Israel modern, dan tanda-tanda jaman lainnya. Meski ia sangat yakin dengan perhitungannya, ramalan itu ternyata meleset juga.

Injil Markus dengan jelas mengatakan bahwa tidak ada yang tahu kapan waktu KKKK itu. Malaikat-malaikat dan bahkan Yesus sendiri pun tidak tahu. Kata Yesus, “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja. Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba”(Mrk 13:32-33). Yesus menegaskan hal itu lagi sesaat sebelum naik ke sorga. Kata-Nya, ”Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya” (Kis 1:7).

Yesus menandaskan pula bahwa tidak ada manusia yang tahu kapan waktu tepatnya. Kata-Nya, ”Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat 24:42). Meskipun Roh Kudus pada masa kini memberi hikmat, wahyu, dan nubuat, Roh Kudus tidak akan menyingkapkan persoalan waktu itu secara persis. Alkitab sendiri yang adalah Firman Tuhan tanpa salah (inerrant) yang diilhamkam Roh Kudus tidak menyatakan tentang tanggal, hari, bulan, dan tahun KKKK.

Dalam hal inilah manusia dan orang percaya wajib menghormati kerahasiaan rencana Tuhan. Kitab Suci menulis, ”Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini” (Ul 29:29).

Jika manusia mengetahui hari-H akhir jaman itu, reaksi-reaksi yang tidak imani justru akan muncul. Tidak tahu saja sudah senang berspekulasi dan membuat sensasi. Apalagi jika tahu, pasti akan lebih banyak sensasinya lagi. Orang akan menjadikannya komoditas atau alasan untuk bertindak tidak benar. Kekristenan sendiri bukan agama sensasi, tetapi kehidupan rohani yang tulus, tekun, dan taat.

Visi hidup anak Tuhan juga tidak boleh terpaku pada keterobsesian tentang hari, bulan, atau tahun yang diyakini merupakan saat KKKK. Visi berbicara tentang panggilan hidup yang ditetapkan Tuhan. Yang penting adalah menjalani visi dengan taat. Dalam merencanakan hidup juga jangan terpatok pada khayalan tentang hal-hal seperti itu. Ada yang karena yakin kalau tahun 2012 kiamat maka lantas tidak membuat perencanaan apa-apa setelah tahun itu. Ada pula yang membuat perencanaan aneh-aneh karena terosebsesi dengan keyakinan-keyakinan seperti itu. Juga berhati-hatilah dengan orang yang mengaku dirinya hamba Tuhan namun mengendalikan hidup anda supaya melakukan perencanaan-perencanaan yang tidak sehat. Jangan pula merencanakan hal-hal yang diperintahkan orang yang secara emosional mempengaruhi anda untuk melakukan tindakan-tindakan bodoh. Perencanaan hidup harus tetap menggunakan akal budi disamping tentu saja iman dan visi yang illahi.

JANGAN TIDAK PERCAYA!

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3:16)

Banyak teolog Kristen, yang karena mengedepankan analisis rasional yang kritis, mulai tidak mempercayai kebenaran Alkitab. Sebuah kelompok yang terdiri dari 200 sarjana Alkitab ”liberal” yang menyebut diri mereka ”Seminar Yesus” telah mengadakan pertemuan kusus. Konferensi itu dimaksudkan untuk mencari konsensus tentang perkataan-perkataan Yesus yang mana yang dianggap otentik. Kesimpulan mereka, dari 700 lebih perkataan yang dinyatakan sebagai Firman Yesus dalam Injil, hanya 31 yang dianggap benar-benar otentik. Dan dari 31 itu, lebih dari 50 persen dianggap hanya merupakan pernyataan-pernyataan ganda dari kisah-kisah yang serupa.

Ketidakpercayaan akan kebenaran Alkitab juga mulai merasuki para mahasiswa seminari teologi. Pada 1976, Noel Wesley Hollyfield melakukan penelitian tentang kepercayaan para mahasiswa teologia tingkat S-2 (Master of Divinity  dan Master of Theology) di sebuah seminari di Amerika Serikat. Untuk mahasiswa Master of Theology yang secara khusus mempelajari doktrin-doktrin Alkitab, hasilnya memprihatinkan. Mereka yang percaya Allah hanya 63%. Yang percaya keilahian Yesus hanya 63%. Yang percaya akan mujizat-mujizat dalam Alkitab hanya 37%. Yang percaya akan adanya kehidupan setelah kematian hanya 53%. Yang percaya bahwa Yesus benar-benar pernah berjalan di atas air hanya 22%.
Hal itu terjadi karena Alkitab dianggap seperti buku karya sastra lainnya. Bukan sebagai Firman Tuhan. Karena, menurut mereka, Alkitab adalah karya manusia sehingga pasti memiliki banyak kesalahan dan bahkan penyesatan. Itulah sebabnya mereka merekomendasikan teologi yang bersikap mengkritisi dan bahkan menjungkirbalikkan apa-apa yang ditulis di dalam Alkitab.

Apalagi tentang kedatangan Kristus kedua kali (KKKK). Tentang Yesus berjalan di atas air saja hanya 22% yang percaya. KKKK jauh lebih tidak masuk akal. Bagaimana mungkin orang-orang percaya tiba-tiba berubah bentuk menjadi tubuh-tubuh kemuliaan. Lalu, diangkat naik ke udara untuk menyongsong Yesus di angkasa. Para teolog liberal akan mentertawakan. Kepercayaan akan hal itu dianggap sebagai kepecayaan yang kanak-kanak, seperti seorang bocah yang percaya akan ”Superman” yang bisa terbang melayang. Dengan kata lain, kebenaran-kebenaran seperti itu hanya dianggap sebagai dongeng-dongeng isapan jempol saja.

Sekarang, banyak pendeta yang tidak percaya akan KKKK. Menurut catatan John F. MacArthur, dalam sebuah konvensi gereja di Evanston, Illinois, sekelompok pendeta Protestan tidak mengakui kebenaran KKKK. Sembilan puluh persen dari mereka sama sekali tidak mengharapkan bahwa Kristus akan sungguh kembali ke bumi.

Satu hal yang harus dipegang sebelum merenungkan dan mempelajari lebih lanjut pengajaran tentang akhir jaman ini, adalah bahwa Alkitab itu benar adanya. Seperti yang ditandaskan Paulus dalam suratnya kepada Timotius, Alkitab itu bukan karya manusia. Alkitab memang ditulis oleh para nabi dan rasul. Namun, penulisan itu dilakukan dengan ilham dari Roh Kudus (2 Tim 3:16). Dengan demikian, Alkitab adalah Firman Tuhan tertulis yang tanpa salah (prinsip inerrancy).
Kekristenan yang hanya tradisi-agamawi atau teoritis-pengetahuan mudah dirasuki oleh ketidakpercayaan akan Alkitab. Kekristenan haruslah merupakan kehidupan rohani yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Karena Alkitab itu diilhamkan (inspirasi) oleh Roh Kudus maka untuk bisa mempercayai dan memahaminya kita membutuhkan penerangan (iluminasi) juga dari Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, dengan hanya memakai otak saja, manusia yang ber-KTP Kristen malahan bisa melawan kebenaran-kebenaran yang diwahyukan oleh Roh Kudus itu. Pertumbuhan rohani hanya terjadi karena Roh Kudus dan pembacaan Alkitab.

Bagaimana orang bisa menjalani hidup Kristennya kalau ia tidak percaya akan Alkitab? Amsal mengatakan bahwa orang yang tidak mempunyai wahyu akan menjadi liar. Terjemahan lain mengatakan bahwa jika tidak ada visi maka rakyat akan binasa (if there is no vision, the people perish). Sedangkan wahyu atau visi yang utama yang mendasar adalah Alkitab itu sendiri. Orang Kristen yang tidak berpegang pada Alkitab akan menjadi liar dan binasa.

PROGRAM BAGI GEREJA

Lalu ia berkata kepadaku: ”Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” Katanya lagi kepadaku: ”Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” (Why 19:9)

Pada tradisi pernikahan di Swiss, mempelai wanita mengenakan mahkota atau karangan bunga di kepalanya. Itu melambangkan hubungannya dengan para saudara perempuannya. Setelah upacara gereja dan setelah kedua mempelai saling mengucapkan janji, mahkota itu dicabut dan dibakar. Bila cepat terbakar maka nasib baik dipercaya akan melingkupi kedua mempelai. Supaya semakin bernasib baik, pasangan pengantin baru itu harus menanam pohon cemara di rumah baru yang mereka tinggali.

Tradisi di Jerman tak kalah unik. Ketika seorang bayi perempuan lahir, beberapa tumbuhan ditanam untuk memperingati hari kelahiran itu. Ketika wanita itu menikah, pohon-pohon yang sudah besar itu dijual dan uangnya digunakan sebagai mas kawin. Pada masa pra pernikahan (pre wedding), teman-teman dan keluarga kedua calon pengantin membuat koran pernikahan (wedding newspaper). Koran atau majalah atau buklet itu berisi gambar, foto, artikel, dan cerita tentang mempelai berdua. Karya jurnalistik itu dijual pada hari ”H” pesta pernikahan. Hasil penjualan dipakai untuk biaya berbulan madu.

Tradisi-tradisi itu menunjukkan betapa manusia dari berbagai suku bangsa memaknai lembaga perkawinan sebagai sesuatu yang istimewa. Apalagi dalam pernikahan-pernikahan oriental di masa Perjanjian Baru yang berakar pada tradisi era Perjanjian Lama, sangat dianggap bermakna. Hubungan khusus antara pria dan wanita dalam ikatan perkawinan dianggap keramat (sacred).

Ada tiga unsur penting dalam proses pernikahan di kawasan Israel pada masa itu. Pertama, mas kawin atau mohar yang merupakan uang pengganti dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang berfungsi memeteraikan perjanjian yang mengikat kedua belah pihak. Dulu, Ribka memperoleh mohar berupa permata dan pakaian yang indah (Kej 24:53).

Kedua, pertunangan, yaitu ikatan yang hampir sama teguhnya dengan ikatan pernikahan. Dalam Alkitab, perempuan yang sudah bertunangan kadang-kadang disebut ’istri’ (Kej 29:21; Ul 22:23-24; Mat 1:18, 20). Laki-laki yang sudah bertunangan disebut ’suami’ (Yl 1:8; Mat 1:19). Alkitab tidak mencatat aturan tentang pemutusan pertunangan. Makanya Yusuf pernah berniat untuk memutuskan hubungan pertunangannya dengan Maria secara diam-diam (Mat 1:19).

Ketiga, pernikahan yang dilakukan dengan perjamuan atau pesta pernikahan. Pesta pernikahan itu merupakan peristiwa istimewa yang indah dan megah. Pada era Perjanjian Lama pesta itu sering berlangsung selama seminggu, misalnya dilakukan oleh Yakub dan Lea  (Kej 29:27). Bahkan, menurut kitab lain, ada yang sampai dua minggu (Tobit 8:20). Dalam Kidung Agung dan tradisi budaya Aram, kedua pengantin pada pesta itu dinyatakan sebagai ’raja’ dan ’ratu’ yang dipuja-puji.

Demikian juga hubungan Kristus dengan gereja (orang-orang percaya). Ketika membahas ikatan suami-istri, Paulus mengatakan, ”Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dengan jemaat” (Ef 5:32). Program yang direncanakan Tuhan bagi gereja adalah program pernikahan melalui proses pemberian mas kawin dan pertunangan.

Pertama, mas kawin yang menyangkut pemberian hadiah-hadiah (Kej 24:53; Hak 1:15). Ketika Yesus mati di kayu salib, harga yang Ia bayar dengan darah-Nya sendiri adalah seperti pembayaran yang sah untuk pernikahan-Nya dengan gereja-Nya kelak di akhir jaman. Darah Yesus adalah mas kawin bagi setiap orang percaya yang dipinang Kristus menjadi mempelai wanita-Nya.

Kedua, pertunangan. Setelah pemberian mas kawin itu, hubungan gereja dan Kristus adalah hubungan pertunangan. Ada ikatan resmi, tetapi pesta pernikahannya baru akan diadakan nanti pada akhir jaman. Pada masa pertunangan sekarang ini, Yesus memberi hadiah-hadiah (Ef 4:8). Yesus bahkan mempersiapkan rumah bagi calon mempelai wanita-Nya (Yoh 14:2). Jadi, selang waktu antara kedatangan Kristus yang pertama (penjelmaan) sampai kedatangan Kristus kedua kali (KKKK) adalah ibarat masa pertunangan. Kesatuannya mengikat, tinggal menunggu pelaksanaan pernikahan.

Ketiga, fase terakhir, yaitu pesta perjamuan pernikahan. Inilah rencana Tuhan atas gereja – mempelai wanita Kristus – pada akhir jaman. Kelak, Yesus (Mempelai Pria) akan menjemput orang-orang percaya. Kita akan diangkat dan menyongsong Kristus di angkasa permai. Pada waktu itulah akan diadakan pesta perkawinan Anak Domba (Why 19:9).

Hubungan Kristus dan gereja ini sudah dinyatakan sejak era Perjanjian Lama. Hosea menyampaikan Firman Tuhan, katanya, ”Aku akan menjadikan engkau istri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau istri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau istri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan” (Hos 2:18-19).

Program Tuhan bagi gereja – pemberian mas kawin, pertunangan, dan pernikahan – adalah rencana yang fixed. Mas kawin sudah diberikan. Sekarang, memasuki tahap pertunangan. Sebentar lagi, pesta pernikahan Anak Domba segera dilaksanakan. Jadi, program Tuhan atas gereja ini mengandung konsekuensi kedatangan Kristus kedua kali.

Dengan demikian betapa orang percaya harus benar-benar bertumbuh dalam kerohanian. Pada masa penciptaan, Tuhan menjelaskan bahwa pasangan suami-istri (Adam dan Hawa) adalah pasangan yang sepadan. Orang Jawa mengenal istilah ”bobot-bibit-bebet”. Artinya pasangan yang baik itu harus sama levelnya. Orang dewasa tidak akan menikahi anak-anak, misalnya. Demikian juga orang berpendidikan akan mencari jodoh orang yang berpendidikan pula. Begitu pula Yesus hanya akan ”menikahi” gereja yang dewasa rohani. Kita harus mengejar kualifikasi sehingga layak disebut sebagai mempelai wanita Kristus yang mulia.

Bagi pasangan yang segera akan menikah, perencanaan pernikahan itu menjadi prioritas utama. Bebulan-bulan sebelumnya, bahkan beberapa tahun sebelumnya mereka sudah mempersiapkan diri. Apalagi menjelang hari ”H”, seluruh waktu, tenaga, dan pikiran dikonsentrasikan untuk pernikahan itu. Segala keperluan mulai dari acara, gaun pernikahan, sampai pernak-pernik yang kecil, semuanya disiapkan dengan cermat.

Bagaimana persiapan kita menjelang Pernikahan Anak Domba? Semestinya seluruh waktu, tenaga, pikiran, dan kehidupan kita dikerucutkan ke situ. Sebagai mempelai wanita harus benar-benar siap. Apalagi Sang Mempelai Pria adalah Pribadi Agung yang tiada taranya di semesta ini. Meskipun demikian, bukan berarti meninggalkan sekolah, kuliah, dan pekerjaan demi pernikahan ini. Justru semakin giat untuk menambah nilai plus kita di mata Kristus.

IBLIS HARUS DIHANCURKAN

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp 2:9-11)

Majalah Gatra edisi 10 April 1999 melaporkan sebuah kegiatan gereja setan (satanic church) di sebuah kota di Indonesia. Salah seorang mantan pengikutnya bernama Rina memberi kesaksian bagaimana dulu (sebelum bertobat) pernah mengikuti ritual gereja setan. Dalam upacara itu, iblis hadir secara supranatural. Berikut adalah kesaksian Rina sebagaimana dituturkan kepada Gatra.

”Ruangan itu hanya diterangi lampu redup warna hijau. Di ujungnya yang lancip berdiri sebuah altar. Bentuknya persegi dengan gambar pentagram di tengahnya. Ada lima orang berjubah hitam berdiri di belakang altar tadi. Semua peserta menggumamkan lagu-lagu pemujaan sambil memutari altar. Tiba-tiba muncul suatu sosok. Kulitnya kuning langsat, matanya biru. Tubuhnya tinggi dan kekar. Dia berjubah tetapi tidak berkerudung. Katanya, I Lucifer, I king of king. Lalu ia mengambil tangan saya. Saya lalu diciumnya. Lalu, saya membaca ikrar. Saya menyerahkan seluruh jiwa raga untuk gereja setan. Kalau memberontak, kalau keluar dari perkumpulan ini, saya siap dihukum mati. Sebuah kain hitam di lantai kemudian disingkap. Di bawahnya ada gambar Tuhan Yesus cukup besar. Setiap orang mengeliling gambar tadi tiga kali, berlawanan dengan arah jarum jam, kemudian berganti menghentakkan kaki di atas gambar itu sambari memercikkan darah ke atas gambar tersebut. Lalu kembali mengelilingi sebanyak tiga kali searah jarum jam. Pemimpin ritual lantas mengatakan bahwa hiduplah Lucifer dan matilah Yesus!”

Itu baru merupakan satu contoh tentang bagaimana iblis berkuasa di dunia. Yesus sendiri mengatakan bahwa iblis adalah penguasa dunia (Yoh 12:31; 14:30; 16:11). Paulus menyebut iblis sebagai ilah jaman yang menyebabkan manusia buta rohani sehingga tidak bisa melihat cahaya  Injil (2 Kor 4:4). Sampai pada kedatangan Kristus kedua kali (KKKK), seluruh dunia masih di bawah si jahat (1 Yoh 5:19).

Mengenai bagaimana iblis saat ini masih berkuasa di bumi, Paulus menjelaskan bagaimana iblis mempunyai sistem kerajaan yang kompleks. Mereka tersusun rapi secara hirarkis, terdiri dari pemerntah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, dan roh-roh jahat di udara (Ef 6:12). Manusia-manusia berdosa yang terlibat dalam penyembahan satanis menjadi bagian terintegrasi dari sistem itu. Maksudya, manusia-manusia itu menjadi antek-anteknya iblis.

Karena sistem yang kuat itu, iblis berkuasa di segala bidang. Pada Gatra edisi 10 April 1999 itu, Pendeta Billy Johanes yang melayani para mantan penganut gereja setan di salah satu kota di Indonesia mengatakan, ”Sulitnya menghabisi kelompok gereja setan adalah karena mereka tidak hanya bergerak di bidang keagamaan. Mereka juga punya divisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya di seluruh dunia.”

Alkitab menjelaskan kronologi berkuasanya iblis atas dunia ini. Dulu pada waktu penciptaan, Tuhan memberi dominasi atas seluruh ciptaan kepada Adam. Namun ketika Adam takluk pada rayuan iblis dan lebih mentaati iblis ketimbang mentaati Tuhan, maka Adam telah melepaskan posisi dominannya dan menyerahkan kekuasaan itu pada iblis. Sejak itu iblis yang tidak memiliki hak hukum untuk memerintah, telah berhasil merebut kekuasaan. Jadilah iblis penguasa dunia.

Adapun rencana Tuhan adalah menghancurkan iblis secara total. Ketika Yesus disalibkan, mati, dan bangkit, iblis sudah dikalahkan. Namun, iblis masih belum dihukum secara total. Sekarang, sampai KKKK, iblis masih diijinkan berkuasa di bumi. Makanya, gereja senantiasa hidup dalam peperangan rohani.

Akan tiba waktunya, iblis dihancurkan secara total. Pada akhir jaman, Yesus akan ditinggikan dan semua akan bertekuk lutut di hadapan-Nya (Flp 2:9-11). Kristus adalah satu-satunya Penguasa yang berhak atas dunia ini. Pada waktu KKKK, Ia akan menggulingkan dan menghancurkan iblis secara total. Karena itu, rencana Tuhan tentang penghancuran iblis hanya tergenapi kalau Kristus datang kedua kali.

Ironisnya, masih banyak orang yang ber-KTP Kristen yang hidup terikat oleh roh-roh jahat. Mereka menjadi orang-orang yang kalah dan terjajah karena tidak serius dalam iman. Hidup dalam kutuk, sakit-penyakit, dan terbelenggu setan-setan karena sinkretisme. Mereka juga hidup dalam ketakutan terhadap setan roh-roh jahat. Bahkan mereka meminta pertolongan dukun-dukun ketika harus berkonfrontasi dengan si jahat.

Iblis sudah dikalahkan Yesus di kayu salib. Penghukuman iblis sudah tinggal sesaat lagi, yaitu setelah Kristus datang di akhir jaman. Kemenangan sudah di tangan kita. Karena itu, Yesus menegaskan bahwa tanda-tanda orang percaya adalah mengusir setan-setan. Kekristenan harus bangkit dalam iman dan kehidupan yang diurapi Roh Kudus. Kita harus membebaskan diri dan membebaskan orang-orang dari keterikatan roh-roh jahat. Bahkan, merebut dan memenangkan kota-kota dan bangsa-bangsa dari keterjajahan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini.

BERSAMBUNG…….

Haryadi Baskoro bersama rekan-rekan teolog lain terpanggil untuk memberikan seminar-seminar tentang akhir jaman yang Alkitabiah. Bahan ajar diambil dari buku karya Haryadi Baskoro berjudul “77 Renungan Alkitabiah tentang Akhir Jaman” yang diterbitkan Penerbit Andi. Untuk seminar, kontak di haryadibaskoro@yahoo.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: